Tak Lagi Minyak, Arab Saudi Investasi Dana Jumbo 327,9 Miliar Riyal untuk Sektor Ini

Mohamad Yan Yusuf, Jurnalis · Rabu 30 Juni 2021 18:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 30 320 2433401 tak-lagi-minyak-arab-saudi-investasi-dana-jumbo-327-9-miliar-riyal-untuk-sektor-ini-PJVvc8RGbT.jpg Arab Saudi Investasi di Sektor Manufaktur Non Minyak. (Foto: Okezone.com/PUPR)

JAKARTA - Pemerintah Arab Saudi menginvestasikan 327,9 miliar riyal untuk Proyek Ekonomi dalam Rencana Pembangunan ke-10 (2015-2019). Dengan nilai segitu, Arab Saudi berharap akan terjadi peningkatan pada sektor manufaktur Non Minyak.

Pasalnya, Program Pengembangan Industri dan Logistik Nasional diharapkan dapat meningkatkan volume ekspor nonmigas hingga lebih dari SAR 1,0 Tn dan menciptakan 1,6 juta pekerjaan baru pada tahun 2030.

"Peluncuran Platform Digital oleh Otoritas Kepabeanan Saudi telah merampingkan 80% pengiriman yang akan diselesaikan dalam waktu rata-rata 24 jam dan mengurangi waktu bersih sebesar 60 persen, sehingga Perusahaan Logistik fokus pada Proses Otomasi dan kompetensi Inti mereka seperti penanganan Pengiriman, Jaringan, Armada, Kekuatan Karyawan, Kapasitas Pergudangan, Sertifikasi, dan lainnya," katanya seperti dikutip www.globenewswire.com, Rabu (30/6/2021).

Baca Juga: Menko Airlangga Ajak Pengusaha Ceko Investasi Bangun Infrastruktur di RI

Saat ini, sektor logistik telah terpecah pecah dengan lebih dari 1.600 pemain dengan pemain Top dan hanya berkontribusi 12-15% dari Pendapatan pasar logistik di Arab Saudi.

Para perusahaan pengangkutan Online seperti Trukker dan Trukkin menyediakan pasar online bagi operator untuk mencari dan memesan banyak barang dengan cepat memecahkan Masalah pengembalian kosong di Arab Saudi.

Termasuk perusahaan Logistik seperti Al Karsf, logistik Hellman bekerja dengan WMS, tag RFID, Truk yang diaktifkan GPS, pelacakan Waktu Nyata, dan Platform EDI Sendiri untuk mencatat transaksi sebagaimana diamanatkan oleh Otoritas Pabean.

Baca Juga: UMKM Dapat 'Karpet Hijau' Tender Proyek Negara

Saat ini Arab Saudi sendiri sangat bergantung pada Impor suku cadang dari UEA, Jepang, Korea Selatan, Jerman, Cina & AS, tumbuh pada CAGR 4,7% selama 2014-19 dan menyumbang ~76,3% dari total impor suku cadang ke Kerajaan pada tahun 2019. Bilah penghapus, pompa air & oli, cakram rem, sepatu rem, kompresor, evaporator, radiator, dll adalah suku cadang utama yang diimpor ke negara ini.

"Riyadh dan Jeddah memberikan proporsi penjualan tertinggi di pasar suku cadang dengan sekitar 5500 distributor di kurang lebih 1 Juta Kendaraan yang terjual pada tahun 2019 di wilayah Utara dan Timur," katanya.

Sementara pengenalan platform Online seperti SABRE, SALEEM di bawah SASO telah meningkatkan regulasi produk dengan tujuan memenuhi standar internasional dan menghilangkan masalah Produk Palsu di Arab Saudi

Selain itu, sekitar 7000 Pemasok Suku Cadang Multi-merek Offline di KSA, Hanya Beberapa Perusahaan seperti Suku Cadang Mobil Babatin, Rezayat Otomotif dan lainnya yang memproduksi suku cadang dan dapat memperoleh Banyak Insentif seperti Pajak penghasilan badan rendah 20% atas keuntungan, Tanah Murah di Kota Ekonomi, pinjaman SIDF dengan hingga 20 tahun dan hingga 75% dari modal, Biaya Utilitas Lebih Rendah dan banyak lagi.

Sementara start up Online seperti Atlobha, Oddigo dan Speero bekerja sebagai agregator bekerja sama dengan Dealer untuk menyediakan suku cadang lengkap mulai dari kampas rem hingga suspensi berbagai Merk ternama seperti Peugot, Nissan, Ram, Subaru, Toyota, BMW, Cadillac dan banyak lagi.

Selain itu di pasaran masih didominasi oleh 30 lebih Penyedia Layanan Multi Merek, 40 lebih Bengkel Agensi dengan Dealer suku cadang, sekitar beberapa penghubung Cuci Mobil bersama dengan Beberapa Bengkel Tidak Terorganisir di hampir semua kota di Arab Saudi.

Dealer Multi Merek seperti Petromin Autocare, SAC Motors, dan SKBMW telah memiliki Pengakuan yang kuat di Pasar dan menyediakan Jangkauan Jaringan yang Kuat dengan Setidaknya 3 Cabang di semua kota utama Arab Saudi.

"Penggunaan Teknologi Canggih seperti Sistem Estimasi Terkomputerisasi untuk menyiapkan perkiraan kerusakan komprehensif untuk kendaraan sedang banyak digunakan oleh perusahaan untuk mempertahankan retensi Klien yang Baik bersama dengan Pendapatan yang Stabil," tambahnya seperti ditulis globenewswire.com.

Konsep Bengkel Bergerak digunakan secara ekstensif untuk menyediakan layanan seperti Mengganti Oli, Mengganti Baterai, Memeriksa komputer dan lebih banyak lagi memberikan kemudahan dan dukungan maksimal kepada Pelanggan di Lokasi mereka bersama dengan investasi Modal Awal yang lebih rendah kepada Perusahaan.

Penyedia Layanan Online seperti Ezhalha dan Morni menyediakan platform digital agregator untuk menyediakan Layanan Darurat termasuk Baterai, Towing, Cuci Mobil & lainnya dan diharapkan akan tumbuh di tahun-tahun mendatang dengan banyak Seri Pendanaan Baru di Pipeline.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini