Mal Ditutup Imbas PPKM Darurat, Peritel Bisa Jualan Online

Aditya Pratama, Jurnalis · Kamis 01 Juli 2021 13:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 01 320 2433797 mal-ditutup-imbas-ppkm-darurat-peritel-bisa-jualan-online-llS3sKoXWH.jpg Belanja Online (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Pulau Jawa dan Bali dinilai tidak terlalu mempengaruhi perusahaan ritel.

Menurut Analis Panin Sekuritas William Hartanto, penerapan PPKM Darurat tidak sepenuhnya menjadi sentimen negatif bagi saham sektor ritel, karena adanya inovasi penjualan emiten ritel.

"Karena walaupun tempat-tempat belanja seperti mal mengalami pengurangan jam operasional, mereka tetap bisa menjual produk secara online," ujar William kepada MNC Portal Indonesia, Kamis (1/7/2021).

Baca Juga: Mal Bakal Tutup Pukul 17.00, Pengusaha: Dunia Usaha Kembali Terpuruk

Menurutnya, dengan adanya penjualan produk secara online di tengah pandemi saat ini telah menjadi gaya hidup masyarakat Indonesia dan akan membantu kinerja emiten ritel, dan saham sektor ritel bisa dimanfaatkan investor.

"Ini sudah jadi gaya hidup sejak pandemi, jadi adanya PPKM ini tidak akan berdampak signifikan terhadap emiten-emiten retail," kata dia.

"(Saham sektor ritel) Bisa manfaatkan untuk buy on weakness," sambungnya.

Baca Juga: Mal Dibatasi Sampai Pukul 17.00, Pengusaha Angkat Bicara

Senada dengan William, CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya juga menyampaikan bahwa saham-saham sektor ritel bisa dimanfaatkan di tengah penerapan PPKM Darurat Mikro.

"Momentum dapat dimanfaatkan, kan program ini bukan selamanya, hanya sementara," ucapnya.

Dilihat melalui RTI, beberapa saham sektor ritel mengalami kenaikan di perdagangan sesi I hari ini mulai dari Ace Hardware Indonesia (ACES), Sumber Alfaria Trijaya (AMRT), Mitra Adiperkasa (MAPI), dan Matahari Putra Prima (MPPA).

Saham ACES pada perdagangan sesi I hari ini mengalami kenaikan sebesar Rp15 atau 1,20 persen ke Rp1.265 per lembar saham. Kemudian, saham AMRT pada perdagangan sesi I hari ini mengalami kenaikan sebesar Rp25 atau 2,00 persen ke Rp1.275 per lembar saham.

Saham MAPI pada perdagangan sesi I hari ini mengalami kenaikan sebesar Rp5 atau 0,80 persen ke Rp630 per lembar saham, dan saham MPPA pada perdagangan sesi I hari ini mengalami kenaikan sebesar Rp45 atau 4,27 persen ke Rp1.100 per lembar saham.

Sementara itu, saham-saham yang melemah pada pembukaan sesi I hari ini diantaranya Erajaya Swasembada (ERAA), Hero Supermarket (HERO), Matahari Department Store (LPPF), dan Ramayana Lestari Sentosa (RALS).

Saham ERAA pada perdagangan sesi I hari ini mengalami penurunan sebesar Rp15 atau 2,17 persen ke Rp675 per lembar saham. Kemudian, saham HERO pada perdagangan sesi I hari ini mengalami penurunan sebesar Rp5 atau 0,35 persen ke Rp1.405 per lembar saham.

Selanjutnya, saham LPPF pada perdagangan sesi I hari ini mengalami penurunan sebesar Rp10 atau 0,51 persen ke Rp1.945 per lembar saham, dan saham RALS pada perdagangan sesi I hari ini mengalami penurunan sebesar Rp10 atau 1,48 persen ke Rp665 per lembar saham.

Sementara itu, terdapat dua saham yang bergerak stagnan, diantaranya Electronic City Indonesia (ECII), dan Indoritel Makmur Internasional (DNET).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini