Di Depan Jokowi, Sri Mulyani Sebut APBN Motor Penggerak Ekonomi

Antara, Jurnalis · Senin 05 Juli 2021 13:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 05 320 2435687 di-depan-jokowi-sri-mulyani-sebut-apbn-motor-penggerak-ekonomi-JRLVXwyWaC.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi motor penggerak ekonomi yang luar biasa, terutama pada semester I-2021.

"Memang APBN menjadi motor penggerak ekonomi yang luar biasa terutama pada semester I," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani, dikutip dari Antara, Jakarta, Senin (5/7/2021).

Baca Juga: KSP: APBN Kerja Keras Pulihkan Ekonomi

Sri Mulyani mengatakan, belanja pemerintah pusat adalah belanja yang mengalami kenaikan sangat besar yakni mencapai 19,1% dari tahun sebelumnya. Kenaikan belanja pemerintah pusat ini terutama berasal dari belanja kementerian/lembaga.

Menkeu mengatakan dengan berbagai perubahan yang saat ini terjadi, terutama menyangkut peningkatan Covid-19 dan dilakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat maka APBN perlu meningkatkan lagi dukungannya terutama bagi program kesehatan dan perlindungan sosial.

Baca Juga: Capai Rp945,7 Triliun, Sri Mulyani: Belanja Negara Kita Tumbuh Meyakinkan

Menurut Menkeu, pagu anggaran di bidang kesehatan akan mengalami kenaikan menjadi Rp193,93 triliun dari yang sebelumnya disampaikan yakni Rp182 triliun.

Kenaikan anggaran itu untuk membiayai diagnosa, testing, tracing, biaya perawatan pasien, insentif tenaga kesehatan, santunan kematian, pemberian obat dan penyediaan alat pelindung diri.

"Anggaran Rp193 triliun juga dipakai untuk pengadaan 53,9 juta dosis vaksin dan bantuan iuran JKN untuk 19,5 juta orang. Anggaran ini termasuk insentif perpajakan di sektor kesehatan," terangnya.

Sementara itu untuk bidang perlindungan sosial, APBN akan digunakan dalam program-program bantuan kepada masyarakat seperti bantuan sembako, bantuan tunai, BLT desa, Kartu Prakerja hingga bantuan kuota internet bagi siswa, mahasiswa, tenaga pendidik dan dosen, serta perpanjangan diskon listrik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini