PPKM Darurat Perlambat Laju Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III-2021

Antara, Jurnalis · Jum'at 09 Juli 2021 19:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 09 320 2438351 ppkm-darurat-perlambat-laju-pertumbuhan-ekonomi-kuartal-iii-2021-Rf4TMsDqCx.jpg PPKM Berdampak Pada Pertumbuhan Ekonomi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Penerapan PPKM Darurat diperkirakan dapat menahan laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2021. PPKM Darurat berlaku mulai dari 3 Juli hingga 20 Juli 2021.

“Melalui PPKM Darurat ini jelas akan berdampak dan nanti dampaknya akan terlihat sesignifikan apa di kuartal III,” ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu, dikutip dari Antara, Jumat (9/7/2021).

Febrio menjelaskan, PPKM Darurat berpotensi terjadi mengingat konsumsi masyarakat terdampak signifikan, terutama pada kelompok pengeluaran terkait transportasi, pakaian, dan rekreasi.

Baca Juga: Sri Mulyani Pangkas Pertumbuhan Ekonomi RI Jadi 3,7%-4,5%

Di sisi lain, dia menuturkan dampak terhadap investasi relatif moderat karena lebih dari 70% investasi Indonesia didominasi dalam bentuk bangunan sehingga proyek-proyek pembangunan konstruksi masih berjalan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Kemudian dampak terhadap dunia usaha relatif mix yakni sektor yang sensitif terhadap mobilitas diperkirakan tertahan, namun sektor yang berorientasi ekspor tetap resilient.

Baca Juga: Asumsi Makro 2022, Pertumbuhan Ekonomi 5,2%-5,8% dan Rupiah Rp13.900-Rp14.800/USD

“Kita tahu akan terkoreksi namun kita berharap PPKM Darurat ini menyelamatkan masyarakat dan bisa secara efektif kita lakukan sehingga dampaknya terhadap ekonomi bisa relatif terkontrol,” jelasnya.

Oleh sebab itu, pemerintah terus mengakselerasi program vaksinasi yang hingga 8 Juli 2021 telah mencapai 49,48 juta dosis meliputi 34,86 juta dosis vaksinasi pertama dan 14,62 juta dosis vaksinasi kedua.

Tak hanya itu, dia menegaskan pemerintah turut menerapkan kebijakan pemulihan ekonomi nasional yang adaptif dan responsif dalam membantu masyarakat rentan dan dunia usaha.

Febrio mengatakan upaya ini dalam rangka mencapai target pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan tahun sebesar 3,7% sampai 4,5%.

“Ini kita tinggal dua kuartal lagi itu satu semester. Kita berharap bisa 3,7% sampai 4,5%,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini