Induk Usaha HM Sampoerna Akuisisi Produsen Obat Rp12 Triliun

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Senin 12 Juli 2021 12:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 12 278 2439318 induk-usaha-hm-sampoerna-akuisisi-produsen-obat-rp12-triliun-GV7Dgm4TeR.jpg Philip Morris Akuisisi Produsen Obat (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Induk usaha PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) Philip Morris International Inc mengakuisisi Fertin Pharma senilai USD820 juta atau Rp12 triliun. Fertin Pharma adalah pengembang dan produsen produk farmasi dan kesehatan dengan keahlian dalam sistem penghantaran obat oral dan intraoral.

Baca Juga: Kenaikan Cukai Rokok dan Covid-19 Bikin Sampoerna Merana

Chief Executive Officer Philip Morris, Jacek Olczak dalam siaran persnya, kemarin menjelaskan, akuisisi Fertin Pharma akan menjadi langkah besar menuju masa depan bebas asap.

"Kapabilitas Fertin akan mendukung peningkatan portofolio produk bebas asap Philip, khususnya di kategori modern oral, dan mempercepat transisi kami ke luar produk nikotin," ujarnya.

Baca Juga: Sampoerna Raup Laba Bersih Rp3,32 Triliun di Tengah Covid-19

Menurut Jacek, Philip Morris dan Fertin memiliki komitmen sama pada pendekatan ilmiah dan fokus pada konsumen dalam meningkatkan kualitas hidup. Fertin Pharma akan membawa keahlian penghantaran zat aktif secara oral seperti melalui kantong (pouch), permen karet (gum), tablet yang dapat dicairkan, dan lainnya. Fertin Pharma juga berpengalaman menerapkan sistem tersebut untuk penghantaran nikotin dan merupakan produsen terdepan dalam bidang terapi pengganti nikotin (nicotine replacement therapy).

Fertin Pharma adalah perusahaan manufaktur dan pengembangan berbasis kontrak (CDMO) swasta berbasis di Denmark, India, dan Kanada. Perusahaan ini sebelumnya dimiliki oleh perusahaan investasi global EQT dan Bagger-Sørensen & Co. Pada 2020, Fertin Pharma mencetak pendapatan bersih sekitar USD160 juta atau Rp2,3 triliun. Nilai transaksi mencerminkan sekitar 15 kali dari EBITDA Fertin Pharma pada 2020.

Melalui akuisisi Fertin Pharma, Philip Morris akan mendapatkan keahlian substansial dan tenaga ahli termasuk 80 ilmuwan untuk pengembangan, formulasi, dan riset produk bebas asap. Hal ini dapat mengakselerasi pertumbuhan di kategori modern oral yang bertumbuh pesat, serta menawarkan pengalaman yang superior bagi konsumen.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini