Tenang Ya! RI Impor 40.000 Ton Oksigen

Dita Angga R, Jurnalis · Senin 12 Juli 2021 15:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 12 320 2439404 tenang-ya-ri-impor-40-000-ton-oksigen-zj48jlLO8i.jpg RI Impor 40.000 Ton Oksigen. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengakui adanya permasalahan dalam pasokan oksigen untuk penanganan Covid-19, karena permintaan yang tinggi. Namun saat ini, kata Luhut, hal tersebut sudah mulai ditata dan ke depan tak akan ada lagi masalah.

“Tapi sekarang ditata sudah makin baik oleh Kemenkes dan juga saya kira dibantu oleh PUPR, BUMN, sehingga ini saya kira dalam minggu ini akhir mestinya tidak terlalu ada masalah,” katanya dalam konferensi persnya seusai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin (12/7/2021).

Baca Juga: Penjelasan Bio Farma soal Harga Vaksin Moderna hingga Pfizer

Untuk menambah ketersediaan oksigen, Luhut mengatakan bahwa saat ini pemerintah sedang memproses impor sebanyak 40.000 ton oksigen liquid. Dia mengatakan pemerintah mengimpor banyak untuk mengantisipasi jika kebutuhan kembali melonjak.

“Sementara itu kita proses impor 40.000 ton oksigen liquid untuk kita gunakan ke depan ini. Kita berjaga-jaga. Walau kita sebenarnya tidak butuh sebanyak itu. Tapi kalau melihat tren dunia, perkembangan di Amerika, di Inggris, dimana trennya sekarang meningkat tajam. Kita lebih bagus berjaga-jaga sehingga kita tidak caught by surprise,” paparnya.

Baca Juga: Beredar Harga Vaksin Moderna hingga Sinopharm, Berikut Daftarnya

Lebih lanjut dia juga menyebut bahwa Presiden Jokowi telah menyetujui untuk impor oksigen konsentrator. Dimana hal ini mengurangi penggunaan liquid oksigen sebanyak 50.000 tabung.

“Sekarang kita sudah punya beberapa ribu, mungkin mendekati 10.000 tabung. Dan itu akan kita bagikan untuk digunakan di kasus-kasus yang ringan. Dan itu akan kita pinjamkan ke rumah-rumah dan kalau sudah selesai dipakai bisa diambil. Itu bisa 5 liter jadi bisa dipakai selama 5 hari. Dan saya kira ini juga kalau insya Allah ini selesai kasus covid masih bisa dibagikan ke rumah sakit kita,” pungkasnya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini