Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Warteg hingga PKL Dapat Bansos, Sri Mulyani Cairkan Rp13,3 Triliun

Rina Anggraeni , Jurnalis-Sabtu, 17 Juli 2021 |20:39 WIB
Warteg hingga PKL Dapat Bansos, Sri Mulyani Cairkan Rp13,3 Triliun
Warteg Dapat Bantuan Sosial. (Foto: Okezone.com)
A
A
A

Untuk bansos tunai akan dicairkan melalui bank Himbara. Diantaranya, BNI, BRI, Mandiri dan BTN.

"Mereka akan dapatkan 6 bulan masing- masing Rp200.000 per bulan. Teknisnya dengan Himbara nanti Menteri Sosial yang akan jelaskan," tandasnya.

Selain itu, anggaran untuk Program Kartu Prakerja dan subsidi upah juga disiapkan. Sri Mulyani mengatakan, rencanan pemberian subsidi gaji akan dimasukan dalam Program Kartu Prakerja.

"Program Prakerja dan bantuan subsidi upah untuk mendukung tenga kerja," katanya.

Kata dia, Program Kartu Prakerja untuk 5,6 juta peserta akan mendapatkam tambahan sebesar Rp10 triliun. Rinciannya, untuk penambahan 2,8 juta peserta.

"Kami akan tambahkan Rp10 triliun sehingga Kartu Prakerja menambah pesertanya," katanya.

Sehingga dengan tambahan itu maka anggaran program kartu prakerja menjadi Rp30 triliun dari dengan total 8,6 juta peserta prakerja.

"Program Kartu Prakerja membantu Prakerja," katanya.

Di sisi lai, untuk diskon tarif listrik diputuskan diperpanjang, di mana seharusnya selesai September 2021 menjadi Desember 2021. Ini akan diperuntukkan bagi pelanggan 450VA dan 900 VA.

"Tambahannya sebesar Rp1,91 triliun jadi total anggaran sebesar Rp9,49 triliun hingga Desember diperpanjang," ujar Sri Mulyani.

Pemerintah mendukung masyarakat dan usaha kecil yang diperkuat melalui program bantuan diskon listrik.

"Diskon listrik hingga Desember 2021 memiliki sasaran 32,6 juta pelanggan dan ini naik dari alokasi yang disiapkan saat ini sebesar Rp7,58 Triliun," katanya.

Pemerintah, juga akan memperpanjang bantuan rekening minimum Biaya Beban/Abonemen hingga Desember 2021. Bantuan ini akan menyasar 1,14 juta jumlah pelanggan. Penambahan alokasi dana dari saat ini sebesar Rp1,69 Triliun akan ditambah sebesar Rp0,42 Triliun sehingga akan ada total anggaran sebesar Rp2,11 Triliun.

"Ini yang biasa dibutuhkan pelaku UKM. Tadinya selesai hingga September tapi diperpanjang hingga Desember 2021," katanya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement