Menko Luhut Targetkan Bio Farma Produksi 50 Juta Dosis Obat Terapi Covid-19

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 20 Juli 2021 14:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 20 320 2443302 menko-luhut-targetkan-bio-farma-produksi-50-juta-dosis-obat-terapi-covid-19-D7kKoRFeBn.jpg Menko Luhut Ingin Bio Farma Tingkatkan Kapasitas Produksi Obat. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengakui keterbatasan obat untuk pasien Covid-19. Hal ini disebabkan tingkat produksi dari Holding BUMN Farmasi masih sekira 22 juta dosis per bulan.

Sementara, untuk memenuhi kebutuhan saat ini perusahaan harus memproduksi di kisaran 30-50 juta dosis per bulan. Angka tersebut pun ditargetkan akan dicapai pada Agustus mendatang.

Baca Juga: RI Kembali Dipasok 1,1 Juta Vaksin Sinopharm dari China

Luhut juga meminta penyaluran distribusi obat dan bantuan sosial (bansos) harus diimbangi dengan pengawasan ketat.

"Dalam sebulan ini stoknya sedikit terkendala. Bio Farma hanya mampu memproduksi atau memenuhi 22 juta dosis dalam 1 bulan. Tapi mulai bulan depan sudah bisa sampai 30-50 juta satu bulan,“ ujar Luhut, Selasa (20/7/2021).

Baca Juga: Jokowi Bagikan Paket Obat Gratis ke Pasien Covid-19, Berikut Isinya

Sedangkan terkait kebutuhan oksigen, rumah sakit, dan vaksinasi hingga saat ini masih dapat dikendalikan dengan baik.

“Di tengah ini relatif bisa kita kendalikan. Masalah rumah sakit atau tempat tidur sekarang kita bangun, Jakarta aja 3.500 atau lebih dan seluruh kota-kota besar sekarang kita bangun tempat-tempat karantina dan pengobatan-pengobatan di ICU,“ kata dia.

Proses penanganan Covid-19, kata Luhut, diperlukan dukungan masyarakat. Di mana, masyarakat bisa mematuhi protokol kesehatan. "Saya tidak minta 100%, kalau 60% saja sudah luar biasa,“ katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini