Kisah Mas Mono, Mantan Office Boy Jadi Pengusaha Ayam Bakar hingga Punya Travel

Doddy Handoko , Jurnalis · Rabu 21 Juli 2021 06:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 21 455 2443539 kisah-mas-mono-mantan-office-boy-jadi-pengusaha-ayam-bakar-hingga-punya-travel-lb7RDJ7TFI.jpg Kisah Usaha Ayam Bakar Mas Mono. (Foto: Okezone.com/Mas Mono)

JAKARTA - A.Pramono atau Mas Mono berbagi kisah saat dirinya merintis usaha ayam bakar Mas Mono. Awalnya,  pria kelahiran Madiun tersebut membuka usaha ayam goreng di seberang Universitas Sahid, Saharjo, Jakarta Selatan.

Dari 5 ekor meningkat menjadi 10 ekor, begitu seterusnya hingga mampu menjual ayam bakar 80 ekor perhari atau sekitar 380 potong.

“Orang tidak tahu dan mungkin tidak mau tahu, ketika memulai usaha ini saya harus ke pasar jam tiga dinihari. Jam empat subuh sudah menyalakan kompor, ketika kebanyakan orang masih tidur,” katanya, Rabu (20/7/2021).

Baca Juga: Raup Cuan, Kisah Wanita Pakistan Jual 700 Hewan Kurban Secara Online

Dirinya mengaku mengadu nasib ke Ibu Kota Jakarta, setelah sebelumnya bekerja sebagai office boy di sebuah perusahaan swasta. Lalu beralih menjadi pedagang ayam bakar di pinggir jalan dengan nama Ayam Bakar Mas Mono.

Ada pengalaman unik, kata Mas Mono. Ketika pernah suatu ketika ayam dagangan jatuh ke pasir. Terpaksa ayam tersebut harus dibersihkan dulu.

Ayam Bakar Mas Mono

“Kalau orang lain mungkin sudah mikir macam-macam mungkin tanda sepi, kena sial karena baru mau jualan ayamnya sudah jatuh. Saya justru berpikir lain. Pertanda bagus, dagangan saya bakal laku,” ujarnya.

Baca Juga: Kerajinan dari Tulang Ikan, Bisa Jadi Sumber Penghasilan

Setelah hampir 10 tahun berlalu, akhirnya sukses pun menghampiri. Dari satu cabang yang didirikannya kini sudah beranak pinak menjadi 20 cabang yang tersebar di berbagai wilayah di Jadetabek seperti Kalimalang, Pondok Gede, Ciledug dan daerah lainnya.

Diakuinya, satu hari di setiap cabangnya bisa menghabiskan sekitar 150-200 ekor ayam.

Tempatnya sudah dtata menjadi tradisional-modern. Bahkan, ia bercita-cita ingin menjadikan ayam bakar ini sebagai market leader di dunia kuliner.

Sukses dengan ayam bakar, Mas Mono merambah ke bisnis lainnya seperti bakso, catering, travel umroh & haji dan lain-lain.

Dia mengambil segmen semua lapisan masyarakat, jadi tempatnya bisa disinggahi siapapun. Sehari bisa 200 orang atau lebih yang berkunjung. Harganya pun cukup murah. Ia telah memiliki ratusan karyawan.

Bisnis ayam bakar yang dikelolanya kini sudah dikembangkan ke franchise. Dalam waktu dekat, ia pun berencana akan mengembangkan konsep franchisenya ke berbagai daerah bahkan menembus pasar internasional.

Untuk sementara, ia fokuskan untuk merambah Jakarta dulu. Ke depan ia akan kembangkan lagi ke berbagai wilayah. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini