Garap Bisnis Digital, Mahaka Media Cari Modal Lewat Rights Issue

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Kamis 22 Juli 2021 12:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 22 278 2444295 garap-bisnis-digital-mahaka-media-cari-modal-lewat-rights-issue-05vtiP2yCS.jpg Mahaka Media Cari Modal Lewat Rights Issue (Foto: Okezone)

JAKARTA – Perkuat modal dalam menunjang ekspansi bisnisnya, PT Mahaka Media Tbk (ABBA) akan melakukan penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Perseroan akan menerbitkan saham sebanyak-banyaknya 1,2 miliar saham dengan nilai nominal Rp100 lewat rights issue.

Untuk melakukan aksi korporasi ini, ABBA akan meminta restu dari para pemegang saham lewat rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang dilakukan bersamaan dengan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada 26 Agustus 2021. Perseroan mengungkapkan, pelaksanaan penambahan modal direncanakan tidak lebih dari 12 bulan terhitung sejak tanggal persetujuan RUPS perseroan atas penambahan modal dengan HMETD.

Nantinya, seluruh dana yang dihimpun dalam rights issue setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk modal kerja serta investasi di sektor teknologi digital. Investasi digital dilakukan melalui pengembangan usaha anak perusahaan serta investasi baru, pengembangan aplikasi, dan pembelian hardware. Secara umum, dengan penambahan modal ini ABBA optimistis dapat memperkuat struktur permodalan, mengembangkan kegiatan usaha dan meningkatkan kinerja, meningkatkan dan memperluas investasi, serta peruntukan lainnya yang mendukung pertumbuhan bisnis.

Baca Juga: Dear Investor! Ini Daftar 17 Saham dalam Pemantauan Khusus, dari PBRX hingga Sritex

Adapun, salah satu anak usaha ABBA yaitu PT Mahaka Radio Integra Tbk. (MARI) disebut-sebut tengah megembangkan bisnis digital melalui pembuatan aplikasi terkait upaya adaptasi digital dan juga pandemi Covid-19. Keadaan pandemi Covid-19 tidak dipungkiri Direktur Utama Mahaka Media, Adrian Syarkawi sebagai disruption atau gangguan terhadap perseroan yang kemudian menyebabkan kesulitan. Namun, gangguan tersebut menurutnya membuat perseroan untuk beradaptasi.

“Mahaka Media pun akan masuk ke dalam area bisnis aplikasi, anak perusahaan MARI sedang agresif untuk mendapatkan partner untuk membesarkan market size-nya memperkuat teknologinya,” ungkap Adrian seperti dikutip Harian Neraca, Kamis (22/7/2021).

Baca Juga: Induk Usaha HM Sampoerna Akuisisi Produsen Obat Rp12 Triliun

Sebelumnya, perseroan juga membentuk dua perusahaan patungan (joint venture/JV) dalam rangka memperkuat bisnis aplikasinya. Salah satu JV berbasiskan komunitas muslim dan satu lagi lebih kepada konten audio dan video. Dimana bisnis konvensional akan tetap difokuskan agar bisa lebih besar lagi dalam menghadapi tantangan pandemi. Selain itu, perseroan juga harus adaptasi terhadap kondisi yang terjadi dengan memperbesar bisnis aplikasi.

Adrian menjelaskan, pihaknya akan melakukan pengembangan terhadap bisnis aplikasi dan berfokus pada dua segmen.

“Pertama community based dengan target market kami sesuai segmennya Republika yaitu komunitas muslim. Yang kedua, kami siapkan bisnis aplikasi yang bermain di area audio dan video. Mudah-mudahan tahun ini bisa di-launching,” kata dia.

Untuk menggolkan rencana pengembangan komunitas muslim, perseroan telah membentuk JV atas nama PT Khazanah Alwahda Kreatif. Mahaka Media menguasai porsi terkecil yakni hanya 20%, sisanya 40% masing-masing oleh PT Trinugraha Thohir dan PT Kreasi Karya Bangsa.

Sedangkan, pembentukan JV untuk konten dan audio saat ini masih dalam persiapan. Disebutkan, pembentukan JV ini tidak menelan investasi yang terlalu besar, yakni hanya Rp 800 juta. Pasalnya, perseroan telah memiliki konsep dan hanya diturunkan dalam bentuk platform digital. Sementara, kontribusi aplikasi ini terhadap kinerja perseroan tahun ini, diakui Adrian belum akan besar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini