Bertahan di Masa Covid-19, Pengusaha Tekstil Minta Insentif

Anggie Ariesta, Jurnalis · Jum'at 23 Juli 2021 12:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 23 320 2444829 bertahan-di-masa-covid-19-pengusaha-tekstil-minta-insentif-AlLDX6X8j9.jpg Industri Tekstil (Foto: Reuters)

JAKARTA - Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) salah satu industri yang terdampak karena pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat yang diperpanjang atau adanya PPKM Level 4. Sejak awal pandemi lalu diberlakukan PPKM, pengusaha TPT sebenarnya sudah mengadu kebijakan tersebut menggerus modal kerja dan pemasukan.

Ketua Umum Ikatan Ahli Tekstil Indonesia (Ikatsi) Suharno Rusdi mengatakan walaupun adanya PPKM ini, pengusaha tekstil masih harus berjalan, terlebih pengusaha tersebut melakukan ekspor.

Baca Juga: Menko Luhut Bakal Buka Mal jika PPKM 4 Turun ke Level 3

"Kita sebetulnya tidak ingin ketinggalan atau kehilangan market yang sudah kita miliki kontrak yang telah dilakukan," katanya pada program Market Review, Jumat (23/7/2021).

Menurutnya di kawasan industri, para pengusaha dan pekerja masih bisa bertahan dengan kebutuhan ekspor yang masih berjalan.

Baca Juga: Harga dan Stok Beras Dipastikan Aman Selama PPKM, Ini Datanya

"Oleh karena itu temen-temen di kawasan industri mereka saya lihat masih bisa survive dengan pekerjakan karyawannya sampai 80% untuk memenuhi order mereka sudah dapat untuk ekspor," ujarnya.

"Mereka lebih berat meninggalkan pasar ekspor kalau komitmen volume dan waktu tidak dipenuni, habislah mereka," tambahnya.

Pasar ekspor tekstil mungkin masih bisa bertahan namun beda lagi dengan pengusaha tekstil lokal yang hanya mengandalkan mal.

Dengan demikian, Suharno minta pemerintah meringankan industri TPT di berbagai pihak. “Tapi yang lokal yang kerja di mal, UMKM ditutup itu tidak punya pasar," tutup Suharno.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini