Laba Jasa Marga Rp855 Miliar, Meroket 709%

Aditya Pratama, Jurnalis · Kamis 29 Juli 2021 11:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 29 278 2447757 laba-jasa-marga-rp855-miliar-meroket-709-zLhNvS8Tb0.jpg Laba Jasa Marga (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) mencatatkan penurunan laba bersih pada kuartal II-2021. Pada laporan keuangan per 30 Juni 2021, Perseroan mencatatkan laba sebesar Rp855,63 miliar atau naik 709,24% dibanding 30 Juni 2020 sebesar Rp105,73 miliar.

Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp6,88 triliun atau naik 1,59% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,77 triliun dengan laba per saham dasar Rp117,89.

Adapun pendapatan Perseroan terdiri atas pendapatan tol, pendapatan usaha lainnya (jasa pengoperasian jalan tol, pemeliharaan jalan tol, penjualan BBM SPBU, sewa lahan, sewa properti, penjualan properti, iklan, lainnya), dan pendapatan konstruksi.

Pendapatan tol menjadi penyumbang terbesar pendapatan sebesar Rp5,23 triliun atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp3,91 triliun. Kemudian, pendapatan usaha lainnya tercatat Rp410,26 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp433,29 miliar, dan pendapatan konstruksi tercatat Rp1,23 triliun atau lebih rendah dari sebelumnya Rp2,43 triliun.

Baca Juga: Emiten Sari Roti Kantongi Laba Rp121,8 Miliar, Naik 32%

Jakarta-Cikampek mencatatkan pendapatan tertinggi di segmen tol perusahaan sebesar Rp661,37 miliar, disusul Cikampek-Padalarang sebesar Rp479,49 miliar, dan Jakarta-Bogor-Ciawi sebesar Rp452,52 miliar.

Untuk segmen tol anak usaha, Jalan Layang Cikampek (JJC) mencatatkan pendapatan tertinggi sebesar Rp308,48 miliar, disusul Surabaya-Mojokerto (JSM) sebesar Rp212,45 miliar, dan Medan-Kualanamu (JMKT) sebesar Rp195,33 miliar.

Baca Juga: SRAJ, Emiten RS Milik Tahir Raup Laba Bersih Rp68,1 Miliar

JSMR mencatatkan adanya penurunan beban pokok pendapatan di kuartal II-2021 menjadi Rp3,78 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp4,29 triliun, beban konstruksi juga turun menjadi Rp1,22 triliun dari sebelumnya Rp2,40 triliun,

Sementara itu, beban tol dan usaha lainnya tercatat mengalami kenaikan menjadi Rp2,56 triliun dari sebelumnya Rp1,88 triliun, dan beban keuangan - neto juga naik menjadi Rp2,30 triliun dari sebelumnya Rp1,62 triliun.

Selain itu, kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi tercatat Rp1,74 triliun, kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi tercatat Rp2,77 triliun, dan kas neto diperoleh dari aktivitas pendanaan tercatat Rp527,70 miliar.

Jasa Marga mencatatkan liabilitas sebesar Rp77,72 triliun dan ekuitas Rp25,31 triliun. Adapun total aset perseroan turun menjadi Rp103,04 triliun dibanding tahun 2020 sebesar Rp104,08 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini