Rugi Hero Supermarket Bengkak Jadi Rp550 Miliar

Aditya Pratama, Jurnalis · Jum'at 30 Juli 2021 11:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 30 278 2448371 rugi-hero-supermarket-bengkak-jadi-rp550-miliar-WUqi9XmTMQ.jpg Rugi Hero Supermarket Bengkak (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - PT Hero Supermarket Tbk (HERO) mencatatkan kenaikan rugi bersih pada kuartal II-2021. Dalam laporan keuangan, per 30 Juni 2021 perseroan mencatatkan rugi sebesar Rp550,88 miliar atau lebih tinggi 170,08% dibanding 30 Juni 2020 sebesar Rp202,07 miliar.

Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Perseroan mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp3,66 triliun atau turun 25,98% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,95 triliun dengan rugi per saham dasar Rp132.

Adapun pendapatan Perseroan terdiri atas pendapatan eceran, pendapatan konsinyasi, pendapatan restoran, potongan rabat dan biaya konsinyasi.

Pendapatan eceran tercatat Rp4,12 triliun atau lebih rendah dari sebelumnya Rp5,49 triliun, pendapatan konsinyasi tercatat Rp381,51 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp449,03 miliar, dan pendapatan restoran tercatat Rp49,12 miliar.

Sementara itu, potongan rabat dan biaya konsinyasi tercatat Rp640,10 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp680,88 miliar, dan biaya konsinyasi tercatat Rp244,81 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp311,82 miliar.

Baca Juga: IFC Suntik Dana Rp451 Miliar ke Adi Sarana Armada

Presiden Direktur Hero Supermarket, Patrik Lindvall mengatakan, rugi bersih sebesar yang dicatatkan Perseroan pada semester pertama 2021, dengan biaya non-recurring sebesar Rp537 miliar yang timbul akibat restrukturisasi bisnis Giant. Kinerja keuangan underlying bisnis ritel Groseri PT Hero pada semester pertama terus terkena dampak negatif dikarenakan pandemi maupun restrukturisasi yang telah diumumkan.

"Pembatasan sosial yang ketat, larangan perjalanan domestik dan penutupan atau pemberlakuan pembatasan perdagangan yang ketat di pusat perbelanjaan/mal telah mengubah pola belanja pelanggan secara substansial dan mengurangi jumlah kunjungan pelanggan ke lokasi-lokasi ini. Akibatnya, hal ini secara material mempengaruhi kinerja hypermarket sebagai destinasi belanja dalam format besar. Optimalisasi ruang usaha yang berkelanjutan juga mempengaruhi kinerja pertumbuhan penjualan," ujar dia dalam keterangan tertulis, Jumat (30/7/2021).

Baca Juga: Obat Herbal Laris Manis, Sido Muncul Kantongi Laba Rp502 Miliar

Penjualan like-for-like Guardian Health & Beauty meningkat secara signifikan pada kuartal kedua dibandingkan kuartal pertama dikarenakan pola belanja pelanggan secara bertahap normal kembali. Laba underlying juga meningkat pada semester pertama dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Namun, pemberlakuan PPKM Darurat yang diterapkan pada bulan Juli kemudian berdampak pada penjualan. Guardian tetap berkomitmen untuk memperkuat proposisi nilai dan relevansinya dengan pelanggan dan terus fokus pada pengendalian biaya untuk memastikan dapat keluar secara solid dari kondisi perdagangan yang sulit saat ini.

Total penjualan IKEA tumbuh terutama karena pembukaan toko ketiga IKEA Indonesia di Bandung pada kuartal pertama. Pembatasan kapasitas operasional, kondisi perdagangan yang menantang akibat Covid-19, dan kendala rantai pasokan berdampak pada ketersediaan produk dan penjualan like-for-like.

"Profitabilitas IKEA dipengaruhi oleh biaya pra-pembukaan yang lebih tinggi terkait dengan pembukaan toko baru dan penurunan penjualan like-for-like. Program ekspansi toko IKEA terus berjalan menuju pembukaan toko keempat IKEA di Jakarta Garden City yang diharapkan akan dibuka pada akhir tahun ini," kata dia.

Menyusul pengumuman perubahan pendekatan strategis PT Hero, Perseroan bermaksud untuk mengubah beberapa toko Giant menjadi IKEA dan Hero Supermarket. Perseroan terus melakukan diskusi aktif dengan pihak ketiga sehubungan dengan divestasi sejumlah toko dan properti yang dimiliki yang diharapkan transaksi tersebut dapat selesai pada kuartal ketiga. Pendapatan yang dihasilkan dari penjualan aset akan memberikan PT Hero pendanaan untuk mendukung inisiatif pertumbuhannya di masa depan.

HERO mencatatkan adanya penurunan beban pokok pendapatan di kuartal II-2021 menjadi Rp2,64 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp3,67 triliun. Sementara itu, beban usaha mengalami kenaikan menjadi Rp1,72 triliun dari sebelumnya Rp1,53 triliun.

Hero Supermarket mencatatkan liabilitas sebesar Rp3,61 triliun dan ekuitas Rp1,30 triliun. Adapun total aset perseroan meningkat menjadi Rp4,92 triliun dibanding tahun 2020 sebesar Rp4,83 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini