Ada Temuan Beras Bansos Diganti, Buwas: Banyak yang Tidak Suka Bulog

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 12 Agustus 2021 16:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 12 320 2454666 ada-temuan-beras-bansos-diganti-buwas-banyak-yang-tidak-suka-bulog-UHXblk37Di.jpg Bulog Bansos Beras (Foto: Perum Bulog/Okezone)

JAKARTA - Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso (Buwas) memberikan penjelasan terkait adanya temuan Kepolisian perihal sejumlah karung beras bantuan sosial (bansos) PPKM yang dimanipulasi oleh oknum tertentu. Menurutnya, temuan tersebut menyusul ada komplain warga penerima bantuan.

"Hanya yang lalu ada beberapa komplain tapi sudah ditangani oleh pihak kepolisian. Kenapa, itu berasnya ditukar. Berasnya ditukar dengan karung yang pakai karung Bulog," ujar Buwas, Kamis (12/8/2021).

Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) itu menilai kejadian tersebut mengindikasikan ada kelompok tertentu yang sengaja membuat nama Bulog tercoreng. Motifnya karena ketidaksukaan terhadap perusahaan umum pelat merah tersebut.

Baca Juga: Buwas soal Beras PPKM: Jangan Bilang Ada Kutu, Telurnya Saja Enggak Mungkin

"Ini karena banyak yang tidak suka sama Bulog, ingin membangun bahwa Bulog itu citranya negatif. Padahal kita sudah membangun tadi, bukan komitmen saja, infrastruktur sudah kita bangun," katanya.

Tercatat, ada sejumlah masalah yang didapati saat warga menerima bansos beras PPKM tahap satu. Dari soal beberapa karung beras yang menggumpal akibat cipratan air hingga beras bercampur kerikil kecil.

Meski demikian, manajemen Bulog menilai kesalahan tidak terletak pada kualitas beras yang diproduksi.

Baca Juga: Anggaran Bantuan Beras PPKM Tembus Rp3,54 Triliun

Meski beras yang disalurkan adalah jenis cadangan beras pemerintah (CBP) dengan kualitas medium, namun beras tersebut tetap dijamin layak dikonsumsi.

"Jangan dibilang itu ada kutu, ya, telurnya aja gak mungkin. Ini supaya paham teman-teman," ujar.

Dari segi produksi, BUMN sektor pangan itu memiliki sistem rise to rise yang digunakan untuk mengontrol beras sebelum dikeluarkan dari gudang. Sistem tersebut menjadi standar awal perusahaan untuk mengawasi kualitas beras.

Di sisi distribusi, Bulog juga memiliki sistem pengawasan yang ketat untuk menjaga kualitas pangan dasar agar tetap layak dikonsumsi. Begitu juga sistem kontrol penyaluran milik PT Pos Indonesia dan DNR Corporation yang dipercaya pemerintah sebagai agen distribusi beras PPKM.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini