Defisit APBN 2022 Diperkirakan Rp868 Triliun, Jokowi Bilang Begini

Michelle Natalia, Jurnalis · Senin 16 Agustus 2021 11:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 16 320 2456259 defisit-apbn-2022-diperkirakan-rp868-triliun-jokowi-bilang-begini-NQtUDaeft3.jpg Defisit Anggaran Diprediksi 4,85% terhadap PDB. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Defisit anggaran 2022 direncanakan sebesar 4,85% terhadap PDB atau Rp868,0 triliun. Pemerintah pun menjamin tingkat utang dalam batas terkendali.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan rencana defisit 2022 memiliki arti penting sebagai langkah untuk mencapai konsolidasi fiskal, mengingat tahun 2023 defisit aanggaran diharapkan dapat kembali ke level paling tinggi 3% terhadap Produk Domestik Bruto.

Baca Juga: Target Jokowi 2022, Kemiskinan Ekstrem Turun hingga Defisit APBN Maksimal 3%

"Defisit anggaran tahun 2022 akan dibiayai dengan memanfaatkan sumber-sumber pembiayaan yang aman dan dikelola secara hati-hati, dengan menjaga keberlanjutan fiskal," kata Jokowi

Lanjutnya, komitmen untuk menjaga keberlanjutan fiskal dilakukan agar tingkat utang dalam batas yang terkendali.

"Kita menjaga keberlanjutan fiskal dilakukan agar tingkat utang dalam batas yang terkendali," katanya

Baca Juga: Pendapatan Negara Ditarget Rp1.840 Triliun pada 2022

Pemerintah mengusung tema kebijakan fiskal tahun 2022, yaitu pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural. Pemulihan sosial-ekonomi akan terus dimantapkan sebagai penguatan fondasi untuk mendukung pelaksanaan reformasi struktural secara lebih optimal.

Reformasi struktural merupakan hal yang sangat fundamental untuk pemulihan dan akselerasi pertumbuhan ekonomi pascapandemi karena Indonesia bukan hanya harus tumbuh, tapi tumbuh dengan cepat dan berkelanjutan.

"Untuk itu, produktivitas harus ditingkatkan. Produktivitas akan bisa meningkat bila kualitas SDM," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini