Share

Charoen Pokphand (CPIN) Kantongi Laba Rp2,8 Triliun di Semester I-2021

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Selasa 24 Agustus 2021 14:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 24 278 2460312 charoen-pokphand-cpin-kantongi-laba-rp2-8-triliun-di-semester-i-2021-nQy608PJxM.jpeg CPIN Raup Laba (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - Semester pertama 2021, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) membukukan laba bersih Rp2,83 triliun atau tumbuh 73,62% dibandingkan priode yang sama tahun lalu Rp 1,63 triliun.

Sementraa total penjualan Charoen pada semester pertama 2021 berjumlah Rp 25,46 triliun, meningkat 28,78% dari Rp 19,77 triliun di akhir Juni 2020. Disebutkan, kontribusi paling besar adalah penjualan segmen ayam pedaging yang naik signifikan yakni 55,13% menjadi Rp 12,86 triliun, dari sebelumnya hanya menyumbang Rp 8,29 triliun.

Segmen lainya penjualan pakan naik 4,05% menjadi Rp 7,19 triliun dari Rp 6,91 triliun, lalu jualan anak ayam usia sehari (day old chick/DOC) naik 99,87% menjadi Rp 1,27 triliun dari sebelumnya Rp 974,71 juta.

Baca Juga: Lunasi Utang, Indah Kiat Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp4 Triliun

Sementara segmen ayam olahan menyumbang Rp 3,37 triliun, naik 18,66%. Secara geografis, pulau Jawa menjadi pelanggan terbesar dengan sumbangsih Rp 15,62 triliun, diisi pulau Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan, Bali, masing-masing menyumbang Rp 6,63 triliun, Rp 2,83 triliun dan Rp 1,27 triliun.

Baca Juga: Ancol Masih Rugi Rp94,8 Miliar di Semester I-2021

Total penjualan ekspor juga bertumbuh menjadi Rp 26,77 triliun dari Rp 20,49 triliun di akhir Juni 2020. Beban pokok juga turut naik menjadi Rp 20,19 triliun dari Rp 16,15 triliun. Adapun, laba bruto sebanyak Rp 5,27 triliun. Bertumbuhnya laba dan penjualan ini terjadi di tengah meningkatnya beban seperti kerugian.

Salah satunya perubahan nilai aset sebanyak Rp 8,68 miliar, kemudian beban penjualan dan umum administrasi masing-masing menguat 27,20% dan 12,62%. Sementara hingga akhir Juni 2020, total aset tercatat sebanyak Rp 34,67 triliun yang terdiri dari Rp 16,47 triliun dan aset tidak lancar Rp 18,19 triliun. Sedangkan, total liabilitas berjumlah Rp 8,50 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini