Pengumuman! Vaksinasi Berbayar Dimulai Tahun Depan bagi Warga Mampu

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 25 Agustus 2021 13:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 25 320 2460897 pengumuman-vaksinasi-berbayar-dimulai-tahun-depan-bagi-warga-mampu-mcHPBqhSpI.jpg Vaksinasi Mandiri Dimulai 2022. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Mekanisme vaksinasi Covid-19 berbayar atau secara mandiri akan dilaksanakan pada tahun depan. Dihitung ada 27 juta orang akan mengakses vaksinasi mandiri. Sedangkan 189 juta orang mendapatkam vaksin gratis.

"70% akan mendapatkan vaksin gratis orang agar mencapai kekebalan komunal, lalu 27 juta orang akan vaksinasi mandiri," tulis laporan yang dipaparkan Menteri Keuangan Sri Mulyani , Jakarta, Rabu (25/8/2021).

Baca Juga: Impor PCR hingga Obat, Realisasi Insentif Alkes Rp799 Miliar

Sri Mulyani mengatakan, vaksinasi mandiri atau berbayar akan berlaku tahun depan sebagai upaya mempercepat program vaksinasi Covid-19. Pemerintah menargetkan mulai tahun depan sudah bisa memproduksi vaksin Covid-19 sendiri di samping tetap melakukan pengadaan dari luar negeri dengan biaya APBN.

“Upaya percepatan vaksinasi dilakukan melalui pelaksanaan program vaksinasi yang dibiayai APBN. Tahun depan juga ada skema vaksinasi mandiri pada kelompok masyarakat mampu,”katanya.

Baca Juga: Gandeng China, Pabrik Vaksin di Indonesia Beroperasi April 2022

Pemerintah juga akan melanjutkan peningkatan kualitas anggaran kesehatan yang diarahkan untuk mendorong dan mendukung reformasi sistem kesehatan dalam bentuk transformasi layanan primer melalui penguatan Puskesmas, penguatan fungsi promotif dan preventif (termasuk pengendalian penyakit dan imunisasi).

Kemudian, transformasi layanan rujukan juga dilakukan melalui peningkatan ketersediaan tempat tidur dan akreditasi Rumah Sakit, serta peningkatan layanan kesehatan, terutama di daerah terpencil, tertinggal, perbatasan dan kepulauan.

Transformasi ketahanan kesehatan dilakukan dalam bentuk peningkatan kemandirian farmasi dan alat kesehatan, serta penguatan ketahanan tanggap darurat. Selain itu, dilakukan juga peningkatan kualitas dan redistribusi tenaga kesehatan, serta pengembangan teknologi informasi dalam layanan kesehatan, seperti telemedicine dan digitalisasi layanan kesehatan

Pemanfaatan anggaran kesehatan tahun 2022 diarahkan untuk program vaksinasi, penguatan 3T (testing, tracing, and treatment), klaim biaya perawatan pasien Covid-19, penyediaan obat, dan insentif tenaga kesehatan. Upaya akselerasi program vaksinasi juga akan menjadi fokus pemerintah untuk mewujudkan herd immunity.

“Sampai bulan Juni 2021, target vaksinasi sebanyak 1 juta dosis per hari telah tercapai, dan ini diharapkan akan terus meningkat. Pemerintah telah meminta agar seluruh pelibatan pemerintah daerah, personil TNI/Polri, dan bidan yang dikoordinasikan oleh BKKBN untuk mengakselerasi target vaksinasi,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini