3 Instruksi Presiden Jokowi untuk Kendalikan Inflasi Tahun Ini

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Rabu 25 Agustus 2021 14:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 25 320 2460906 3-instruksi-presiden-jokowi-untuk-kendalikan-inflasi-tahun-ini-4ao50Fo3QP.jpg Presiden Jokowi Beri Arahan untuk Kendalikan Inflasi 2021. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo memberi tiga arahan untuk mengendalikan inflasi dan ekonomi tahun ini. Tim Pengendalian Inflasi baik tingkat Provinsi (TPIP) maupun Kabupaten/Kota (TPID) pun terus menjaga tingkat inflasi yang mencapai 1,52% year on year.

Ketiga arahan tersebut merupakan langkah Jokowi dalam mempertahankan momentum pemulihan ekonomi nasional mengingat pada kuartal ke II-2021 tumbuh 7,07% (Yoy).

"Meskipun kita masih menghadapi ketidakpastian, perekonomian negara kita semakin membaik. Tetapi tetap kita harus menjaga kewaspadaan. Dan Alhmudillah di kuartal kedua 2021 kita mampu tumbuh 7,07% year on year, dengan tingkat inflasi yang terkendali di angka 1,52% year on year. Angka inflasi ini jauh di bawah target inflasi 2021 yaitu 3%," kata Jokowi dalam Peresmian Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2021, di Jakarta, Rabu (25/8/2021).

Baca Juga: Sri Mulyani Waspadai Naiknya Inflasi di Negara Maju, Ada Apa?

Pertama, Jokowi meminta TPIP dan TPID untuk menjaga ketersediaan stok dan stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah menurunnya daya beli masyarakat.

Jokowi menginstruksikan agar para pemangku kepentingan untuk turun ke lapangan mengecek kemungkinan hambatan baik di tingkat produksi maupun distribusi.

Secara tegas Jokowi mengarahkan untuk segera menyelesaikan hambatan yang mengganggu jalannya perekonomian.

"Tiap kota harus cek lihat lapangan, apakah ada kendala produksi atau apakah kendala dsitribusi," terang Jokowi.

Baca Juga: Inflasi Diperkirakan 0,04% pada Minggu I Agustus 2021

Kedua, Jokowi menginginkan agar TPIP dan TPID tidak hanya fokus dalam pengendalian inflasi melainkan lebih proaktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sejumlah cara, menurut Jokowi, adalah dengan meningkatkan produktivitas petani, nelayan, dan sektor UMKM.

"Kedua, saya minta TPIP dan TPID tidak hanya fokus mengendalikan inflasi saja tetapi juga harus proaktif mendorong sektor ekonomi yang tumbuh makin produktif, membantu meningkatkan produktivitas petani dan nelayan, memperkuat sekotr UMKM agar mampu bertahan dan bisa naik kelas," tuturnya.

Ketiga, Jokowi meminta agar pandemi Covid-19 dapat dijadikan momentum untuk meningkatkan nilai tambah di sektor pertanian baik untuk pasar lokal, nasional, maupun ekspor.

"Ketiga, kita harus memanfaatkan momentum pandemi ini untuk meningkattkan nilai tambah di sektor pertanian, karena di tengah pandemi sektor pertanian menjadi sektor unggulan, bisa bergerak produktif dan melibatkan banyak tenaga kerja," ucap Jokowi.

Jokowi memproyeksikan sektor pertanian dapat tumbuh lebih baik dari kuartal kedua yang mencapai 0,38% dan kuartal pertama sebesar 2,95%.

Tak lupa Jokowi mengingatkan agar ada keseimbangan dalam kebijakan kesehatan dan ekonomi agar tingkat penyebaran Covid-19 bisa dikendalikan seiring dengan terus berjalannya pemulihan ekonomi.

"Di kuartal ke-3 2021, kita juga harus waspada dan hati-hati, mengatur kesemimbangan antara kesehatan dan ekonomi mengatur rem dan gas penyebaran Covid tetap harus kita kerjakan harus bisa kita kendalikan, dan masyrakat yang rentan harus bisa kita lindungi," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini