Share

Medco Energi (MEDC) Buyback Saham, Emiten Arifin Panigoro Siapkan Rp130 Miliar

Aditya Pratama, Jurnalis · Kamis 26 Agustus 2021 08:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 26 278 2461287 medco-energi-medc-buyback-saham-emiten-arifin-panigoro-siapkan-rp130-miliar-qOy0IGhkbn.jpg MEDC Buyback Saham (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) akan melaksanakan pembelian kembali (buyback) saham. Aksi korporasi ini akan diminta persetujuan terlebih dahulu melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 26 Agustus 2021.

Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (26/8/2021), biaya untuk melaksanakan pembelian kembali saham MEDC akan berasal dari saldo kas internal Perseroan.

Emiten milik miliarder Arifin Panigoro salam rangka buyback saham menyiapkan dana sebanyak-banyaknya sebesar Rp130,50 miliar atau setara USD 9 juta dengan asumsi bahwa 1 USD adalah setara dengan Rp14.500.

Dana tersebut termasuk biaya transaksi, biaya pedagang perantara dan biaya lainnya sehubungan dengan transaksi Pembelian Kembali Saham Perseroan.

Perkiraan jumlah saham yang akan dibeli kembali adalah 190.000.000 saham atau 0,8 persen dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan sehingga tidak akan melebihi 10 persen saham termasuk saham treasuri Perseroan saat ini. Aksi korporasi ini akan berlangsung dalam jangka waktu paling lama 18 bulan terhitung sejak tanggal 26 Agustus 2021 sampai dengan 26 Februari 2023.

Adapun latar belakang dan alasan Perseroan melakukan buyback saham, dimana Perseroan berencana untuk melakukan Pembelian Kembali Saham sebagai bagian dari kelanjutan Program Kepemilikan Saham Karyawan dan Manajemen (ESOP dan MSOP) saat ini.

Sesuai dengan ketentuan peraturan pasar modal yang berlaku, Perseroan dapat mengalihkan saham yang diperoleh kembali dari Pembelian Kembali Saham untuk pelaksanaan Program Kepemilikan Saham Karyawan dan Manajemen Perseroan. Perseroan akan memenuhi persyaratan yang berlaku sehubungan dengan pengalihan saham yang diperoleh kembali dari Pembelian Kembali Saham.

Perseroan juga memperkirakan tidak ada efek terhadap penurunan pendapatan atas pelaksanaan buyback saham, dikarenakan pembelian kembali saham baru akan dilaksanakan di masa yang akan datang dan harga pembelian kembali berdasarkan pada harga transaksi yang terjadi sebelumnya sebagaimana diatur dalam POJK No. 30, sehingga tidak dapat diperkirakan saat ini. Berdasarkan penjelasan tersebut, kami menyimpulkan bahwa tidak ada perubahan laba per saham yang diakui Perseroan dalam laporan keuangan 31 Desember 2020.

Dijelaskan juga bahwa Perseroan dapat menghentikan pembelian kembali saham setiap waktu sebelum berakhirnya jangka waktu 18 bulan apabila; pertama, jumlah saham yang akan dibeli kembali sudah mencapai 0,8 persen saham Perseroan; kedua, (dana yang dikeluarkan oleh Perseroan sudah mencapai Rp130,50 miliar atau setara USD 9 juta; atau ketiga, dianggap perlu oleh manajemen Perseroan. Dalam hal tersebut, Perseroan akan mengumumkan kepada masyarakat atas penghentian pembelian kembali saham.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini