3 Syarat OJK Kembangkan Fundamental Digital Ekonomi Indonesia

Anggie Ariesta, Jurnalis · Jum'at 27 Agustus 2021 18:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 27 320 2462272 3-syarat-ojk-kembangkan-fundamental-digital-ekonomi-indonesia-1NAFkqzVvC.jpg Ketua OJK Wimboh Santoso soal Perkembangan Digital Ekonomi Indonesia. (Foto: Okezone.com/OJK)

JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, digital sudah borderless alias bisa diakses dari mana saja dan tidak bisa dikontrol. Untuk itu, OJK berkali-kali menyampaikan bahwa transformasi berbasis digital sangat penting.

Namun, dalam pengembangan digital ekonomi Indonesia, Wimboh menekankan ada tiga prasyarat yang fundamental. Yang pertama memastikan bahwa transformasi digital akan mencapai 3A (access, affordability dan ability).

"Fokus utama adalah membangun infrastruktur digital yang memadai dan merata tidak hanya masyarakat perkotaan namun juga seluruh masyarakat pedesaan dan ini untuk mendukung layanan digital untuk mencapai finansial inklusi yang cepat dan juga quality yang bagus dan juga harganya murah," katanya, Jumat (27/8/2021).

Baca Juga: Hary Tanoe: Digitalisasi Mengubah Cara Bisnis Secara Cepat

Selanjutnya poin kedua, Wimboh mengatakan bahwa perkembangan ekonomi Indonesia harus dikembangkan ke arah digital. Karena kedepannya ekonomi berbasis digital menjadi motor penggerak roda perekonomian kita digital ekonomi dapat diharapkan mendorong UMKM masuk rantai pasokan global.

"Sehingga pemulihan ekonomi akan lebih cepat pasca covid ini dan terakselerasi dengan baik, ini adalah momentum dengan adanya mobility yang terbatas, digital ini adalah jawaban," ujar dia.

Baca Juga: Berpotensi Rp330 Triliun, Kemendag Kawal Perdagangan Digital Indonesia

Kemudian yang ketiga, Indonesia harus mampu menjelma jadi negara digital friendly melalui pembangunan ekosistem yang terintegrasi, pemahaman konsumen, pengembangan UMKM dalam platform digital dan dukungan pemerintah melalui kebijakan-kebijakan yang lebih friendly dan akomodatif itu adalah merupakan hal-hal yang harus kita siapkan bersama.

"Di mana sekarang ini dapat kami sampaikan terdapat 52 bank yang menawarkan keuangan elektronik, 22 bank menawarkan perbankan digital dan 10 bank dengan layanan open banking," katanya.

Diketahui volume transaksi digital banking per Juli 2021 mencapai 650 juta transaksi dengan nominal 3.410 triliun

Sedangkan di pasar modal sekarang juga sudah dikembangkan security crowd funding terdapat 5 platform yang menghimpun dana sebesar USD17,4 juta per Mei 2021 dengan proyeksi perhimpunan dana mencapai USD 24,1 juta sampai dengan Desember 2021.

Untuk inovasi keuangan digital terdapat 12 kategori yang tercatat di OJK melalui recruit recent box yang meliputi 87 inovasi keuangan digital yang memberikan kontribusi sebesar USD681 juta kepada perekonomian sejak tahun 2018.

"Di pasar modal OJK sedang mendorong penawaran IPO perusahaan start up unicorn yang dilakuan di bursa Indonesia kebijakan dengan literasi calon konsumen, emiten dan investor," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini