Berpotensi Rp330 Triliun, Kemendag Kawal Perdagangan Digital Indonesia

Selasa 17 Agustus 2021 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 17 320 2456765 berpotensi-rp330-triliun-kemendag-kawal-perdagangan-digital-indonesia-NALINpOFpp.png Kemendag Siapkan 3 Cara Maksimalkan Perdagangan Digital RI. (Foto: Okezone.com/Yahoo Finance)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengatakan nilai perdagangan digital di Indonesia terus meningkat hingga mencapai Rp330 triliun pada 2021 ini. Pada 2020 perdagangan digital sudah mencapai Rp250 triliun.

Menurut Presiden ini tidak lepas dari makin masifnya penggunaan teknologi digital termasuk di kalangan UMKM. Sampai saat ini sudah ada sekitar 14 juta atau 22% UMKM yang sudah terhubung dan menggunakan teknologi digital.

Baca Juga: Perdagangan Digital Diprediksi Tembus Rp330,7 Triliun Tahun Ini

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga pun akan terus mengawal arahan Presiden dalam memasifkan ekonomi digital. Menurut Jerry, ini tidak lepas dari Presiden Joko Widodo mengenai transformasi ekonomi menuju industri dan ekonomi 4.0.

Ada tiga langkah utama Kementerian Perdagangan dalam digitalisasi perdagangan. Pertama, bekerja sama dengan stake holder dalam membentuk jaringan provider digitalisasi perdagangan Dalam hal ini kami berhubungan dengan Bank Indonesia, penyedia layanan digital swasta dan lain-lain.

Baca Juga: Ekonomi Digital RI Diprediksi Tembus USD124 Miliar pada 2025

Kedua, melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai perlunya transformasi ke perdagangan digital. Ketiga, mengembangkan perdagangan digital ke produk-produk digital itu sendiri. 

“Jadi sesuai arahan Presiden, Kementerian Perdagangan bukan hanya menjual barang-barang fisik saja dalam platform digital, tetapi juga mengembangkan perdagangan produk-produk digital karya anak negeri,” ujar Jerry, dalam keterangannya, Selasa (17/8/2021). 

 Menurutnya, bentuk dari produk digital antara lain aplikasi, platform, alat simulasi, game online hingga produk animasi. Banyak generasi muda yang menggeluti bidang-bidang tersebut dan perlu fasilitasi agar produknya bisa bersaing dan mempunyai pasaran yang luas seperti produk luar negeri.

Potensinya pun luar biasa karena karya digital developer-developer Indonesia bukan hanya bagus secara teknologi tetapi juga artisitik dan menarik secara visual. Hal ini tidak lepas dari latar belakang budaya yang sangat beragam.

Produk digital lain yang juga sangat berpotensi menurut Wamendag adalah aset digital berbentuk crypto. Aset crypto selama ini belum dimasukkan secara resmi dalam data perdagangan digital karena memang belum lengkapnya aturan dan belum terbentuknya bursa crypto di Indonesia. Padahal secara riil, di Indonesia perdagangan aset crypto sudah mencapai lebih dari Rp 300 triliun setahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini