Soal Impor Beras Khusus, Dirut Bulog Tak Tahu

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 30 Agustus 2021 13:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 30 320 2463293 soal-impor-beras-khusus-dirut-bulog-tak-tahu-9N8zwXbLwL.jpeg Dirut Bulog soal Impor Beras Khusus (Foto: Okezone)

JAKARTA - Direktur Utama PerumĀ  Bulog Budi Waseso menegaskan pihaknya tidak melakukan impor beras khusus selama beberapa tahun belakangan.

Namun, impor beras tersebut dilakukan beberapa instansi atau perusahaan yang mendapat penugasan pemerintah. Buwas tidak menyebut instansi dan perusahaan yang dimaksud.

Menurutnya, hingga saat ini pihaknya tidak mengetahui adanya pemberian izin impor beras khusus, padahal, sebelumnya pelaksanaan izin impor dilakukan Bulog.

Pernyataan tersebut sekaligus menjawab pertanyaan anggota Komisi IV DPR RI yang menyinggung laporan Badan Pusat Statistik (BPS) adanya impor beras khusus sebanyak 41,6.000 ton dengan nilai USD18,5 juta per Juli 2021.

"Memang dari kami hingga saat ini tidak ada penugasan impor dan kami pun tidak melaksanakan impor untuk beras. Adapun data dari BPS, ini setelah kami telusuri adalah izin beras khusus Pak. Karena itu diberikan langsung kepada beberapa instansi, beberapa perusahaan yang melakukan impor itu Pak," ujar Buwas sapaan akrabnya saat RDP, Jakarta, Senin (30/8/2021).

Sesuai Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 01 Tahun 2018, Bulog sebagai operator dapat melaksanakan pengadaan beras. Di mana, pengadaan terdiri dari impor beras untuk keperluan umum atau impor keperluan lainnya.

Setelah mendapat persetujuan impor dari Kementerian Perdagangan, Bulog dapat melaksanakan pengadaan CBP melalui skema penyerapan beras dari dalam maupun luar negeri.

Dengan mempertimbangkan kondisi panen raya dalam negeri dan mencegah anjloknya harga gabah beras di tingkat petani, Bulog tetap mengoptimalkan pengadaan gabah atau beras di Indonesia.

Baru-baru ini, BPS merilis adanya impor beras sebanyak 356.286 ton. Impor tersebut dilakukan sejak Januari-Desember 2020. Dari data tersebut, impor paling banyak berasal dari Pakistan yakni sebesar 110.516 ton atau senilai USD41,51 juta.

Kedua, impor beras asal Vietnam dengan total sebanyak 88.716 ton atau setara USD51,1 juta. Angka ini tergolong lebih mahal dibandingkan Pakistan.

Ketiga, Thailand dengan jumlah impor mencapai 88.593 ton. Angka itu setara dengan USD76,3 juta atau lebih mahal dari beras impor asal Vietnam.

Sedangkan impor beras lainnya berasal dari sejumlah negara seperti Myanmar dan India. Secara kumulatif, nilai impor beras sepanjang 2020 mencapai USD195,4 juta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini