Bulog Ingin Jadi Penyalur Beras PNS, Buwas Jamin Berkualitas dan Harga Lebih Murah

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 31 Agustus 2021 10:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 31 320 2463734 bulog-ingin-jadi-penyalur-beras-pns-buwas-jamin-berkualitas-dan-harga-lebih-murah-FUvCBWQFWC.jpg Bulog Ingin Jadi Penyalur Beras PNS (Foto: Okezone)

JAKARTA - Perum Bulog ingin menyalurkan beras untuk TNI, Polri dan Aparatur Sipil Negara (ASN) seperti PNS. Bulog pun menjamin kualitas beras yang disalurkan.

Direktur Utama Bulog Budi Waseso mengatakan, ada pertimbangan pihaknya menjadi penyalur beras untuk TNI, Polri dan ASN. Pertimbangan yang dimaksud berupa kualitas beras dan harganya yang dinilai akan lebih murah.

"Kita ingin next itu semua (beras) TNI, Polri, ASN atau pegawai yang ada di supply berasnya dari pemerintah atau Bulog. Jadi ini akan menjamin kualitas beras termasuk harga," ujar Buwas dikutip, Jakarta, Selasa (31/8/2021).

Baca Juga: 5 Fakta Bulog Jual Beras ke PNS, Buwas Colek Sri Mulyani

TNI, Polri, dan ASN, kata dia, memiliki pendanaan khusus untuk pembelian beras. Namun, ketiga kelompok tersebut justru membeli beras di pasar bebas yang dipandang harganya lebih mahal.

"Karena pegawai, TNI Polri sudah ada alokasi pembelian beras yang selama ini mereka beli justru lebih mahal karena di pasar bebas, ini harapan kami," katanya.

Di sisi produksi, perusahaan akan menyediakan cadangan beras pemerintah (CBP) berkualitas premium. Target tersebut seiring pembangunan 13 fasilitas pengolah padi modern atau modern rice milling plant (modern RMP).

Dalam skemanya, 13 modern RMP milik Bulog akan memproduksi gabah menjadi beras. Gabah diserap atau dibeli seluruhnya dari petani. Perusahaan hanya mengeringkan hingga memproduksinya menjadi beras dengan kualitas premium.

Keberadaan modern RMP membuat kualitas beras produksi Bulog jadi lebih tinggi dengan cost yang lebih rendah, lantaran diproduksi secara mandiri. Bahkan, petani hanya menyiapkan gabah saja tanpa berpikir mencari pasarnya untuk dijual.

Target tersebut akan direalisasikan pada 2022 mendatang. Saat ini, manajemen tengah menyelesaikan pembangunan infrastruktur modern RMP secara bertahap.

"Kalau ini sudah berjalan, kita tidak lagi ada penugasan penentuan penyerapan, Bulog dibatasi penyerapannya yang kemampuannya gudangnya 3,6 juta (ton), tapi penugasan cuman 1 juta karena itu hanya untuk CBP, sementara CBP bermasalah karena kita tidak ada salurannya," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini