Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tabungan Orang RI Naik Rp650 Triliun Jadi Rp7.038 Triliun, Rekening di Atas Rp5 Miliar Makin Banyak

Rina Anggraeni , Jurnalis-Kamis, 02 September 2021 |19:15 WIB
Tabungan Orang RI Naik Rp650 Triliun Jadi Rp7.038 Triliun, Rekening di Atas Rp5 Miliar Makin Banyak
Tabungan Orang RI Naik (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Bukti masyarakat 'menimbun' uang di bank memang nyata. Hal ini terkuak dalan data yang disampaikan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

LPS mmencatat kenaikan jumlah rekening simpanan nasabah per Juli 2021 sebesar 12,6% (40.251.228 rekening) year-on-year (yoy) menjadi 359.949.911 rekening.

Data ini berdasarkan pada Distribusi Simpanan per Juli 2021 pada 107 Bank Umum yang terdiri dari 95 Bank Umum Konvensional dan 12 Bank Umum Syariah. Demikian seperti keterangan resmi dari LPS, Jakarta, Kamis (2/9/2021).

Kenaikan ini cukup signifikan bila dibandingkan dengan posisi Juli tahun lalu yang berada pada posisi 319.698.683 rekening.

Dari sisi nominal, simpanan nasabah naik sekitar Rp650 triliun (10,18%) secara year-on-year (yoy) dari Rp6.388 triliun per Juli 2020 menjadi Rp7.038 triliun per Juli 2021. Selanjutnya, distribusi kenaikan simpanan nasabah year-on-year (yoy) terpantau cukup merata.

Baca Juga: LPS Mencatat Jumlah Rekening Simpanan Masyarakat Naik 16,4 Persen

Per Juli 2021, semua kategori (tier) simpanan mengalami pertumbuhan positif. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada tier dengan saldo rekening di atas Rp5 miliar. Hal ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat kepada industri perbankan nasional.

Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pada Bulan Juli 2021 secara yoy nominal simpanan pada umumnya memang mengalami kenaikan, namun secara month-to-month terjadi penurunan nominal simpanan dengan tiering di atas Rp2 miliar yakni sebesar -0,1% setara dengan Rp3,83 triliun.

“Artinya, dana pada tiering tersebut yang mayoritas merupakan dana milik korporasi mulai terdistribusi merata. Hal ini mengindikasikan bahwa pemulihan ekonomi nasional tengah bergerak ke arah yang lebih baik, terlihat dari dunia usaha yang mulai bersiap untuk kembali melakukan ekspansi.” ujarnya pada Kamis (2/9/2021).

Purbaya menjelaskan, merebaknya varian Delta sempat menyebabkan perlambatan aktivitas ekonomi yang terjadi karena pelaksanaan PPKM level 4 mulai awal Juli sampai sekitar minggu ketiga Agustus.

“Namun demikian, kebijakan PPKM ini beserta program vaksinasi masyarakat secara intensif oleh Pemerintah, memberikan dampak yang baik dalam menurunkan kasus positif COVID-19 serta Bed Occupancy Rate (BOR) nasional. Melihat perkembangan yang baik ini, dunia usaha kembali optimis, seperti yang tercermin pada PMI Manufaktur Indonesia yang pada Agustus meningkat menjadi 43,7 dari bulan Juli yang sempat menurun ke level 40,1,” jelasnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement