Share

Risma Marah soal Penyaluran Bansos, Ini Penjelasan Bank Himbara

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Jum'at 03 September 2021 09:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 03 320 2465490 risma-marah-soal-penyaluran-bansos-ini-penjelasan-bank-himbara-ZBQvnxnvMC.jpg Penyaluran Bansos. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Sosial Tri Rismaharini meluapkan kemarahannya dalam penyaluran bantuan sosial (Bansos) melalui Bank Himpunan Bank Negara (Himbara). Hal ini diungkap Risma saat melakukan kunjungan kerja ke daerah-daerah.

Menanggapi hal tersebut, Direksi Bank Himbara menilai masalahnya hanya pada komunikasi. Menurut Direktur Bisnis Makro Bank BRI Supari, sebenarnya data yang ada bisa lebih mudah untuk mencermati masalah bansos itu ada di mana.

Baca Juga: BLT UMKM hingga Bansos PKH Sudah Dicairkan Rp37,8 Triliun

"Mulai data itu kita terima kemudian kita lakukan assement sesuai dengan kesepakatan, ada 5 parameter data, mulai dari NIK, nama, nama ibu kandung, tanggal lahir dan juga alamat, sepanjang 5 data itu lengkap maka sesungguhnya oleh Himbara akan dieksekusi akan sangat cepat," ujar Supari dalam press conference di Jakarta, Kamis (2/9/2021).

Senada dengan Supari, Direktur Hubungan Kelembagaan bank BNI Rohan Hafas mengatakan, statistiknya sejak 2017 sampai saat ini, Himbara selalu menyalurkan 100% bansos untuk data-data yang sudah clean, sedangkan data yang tidak clean itu bukan lagi teritorinya bank, jadi Himbara akan mengembalikan data tersebut ke Kemensos untuk di cek kembali.

Baca Juga: BLT Subsidi Gaji Rp1 Juta Masuk Rekening, Ayo Cek ke ATM

“Kemudian kalau mengenai penarikan, belum ditarik dan sebagainya, itu memang bukan teritori kami di Himbara, dikemensosos itu ada yang namanya pendamping dan itu dilakukan oleh Dinsos, di pemda-pemda setempat, merekalah yang menggiring atau menanyakan alasan kepada orangnya, mengapa belum ditarik, jadi itu bukan teritori kami (Bank)," sambung Rohan Hafas.

Kemudian Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto mengatakan, tugas penyaluran bansos yang sudah berjalan sejak 2017 dengan rata-rata penyaluran 98-99%, untuk dana yang tersisa, akan dikembalikan kepada pemerintah.

"Sejak 2020 rata-rata penyaluran kita diatas 98-99, nah bagaimana yang masih tersisa ini, tentunya kami punya pedoman di bank Himbara ini bahwa apabila dana tersebut tidak diambil dalam kurun waktu tertentu atau 105 hari, maka dana tersebut kita kembalikan ke kas Negara," lanjut Sis Apik.

Sis Apik menegaskan, tidak ada pengendapan dana di bank untuk bansos yang belum tersalurkan. Hal itu terindikasi dari data yang tidak lengkap ataupun memang tidak diambil oleh penerima manfaat.

"Bank ini melaksanakan penyaluran Bansos dengan government, sesuai tugas kita, bahwa kita ingin juga mempercepat penyaluran Bansos ini, kalau ada bank yang ingin berkolaborasi kita dengan terbuka nenerima," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini