Share

Sarana Menara (TOWR) Caplok Saham Solusi Tunas Pratama

Selasa 07 September 2021 13:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 07 278 2467404 sarana-menara-towr-caplok-saham-solusi-tunas-pratama-J4PfJ5gOxq.jpg Sarana Menara Akuisisi Solusi Tunas. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melalui anak usahanya PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) mengakuisisi saham PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR). Aksi korporasi ini kini dalam proses transaksi yang sudah mengikat.

Protelindo berencana membeli atas saham-saham dalam Solusi Tunas Pratama yang mewakili sekurang-kurangnya 90% dari total modal yang disetor dan ditempatkan. Adapun rencana pembelian tersebut melalui pengambilalihan saham-saham milik PT Kharisma Indah Ekaprima, Cahaya Anugerah Nusantara Holdings Limited, Pioneering Networks Investments, Fajarindo Nusantara Holdings, dan Perdana Indonesia Holdings.

Baca Juga: HSBC Siapkan Pinjaman Rp650 Miliar untuk Protelindo

Kemudian, mengambil alih saham-saham milik Uniperkasa Indonesia Investments, Nusantara Connectivity Ventures, Puncak Pratama Holdings Limited, Clearwater Insight Investments, Tumbuh Abadi Holdings Limited, Sentral Nusantara Holdings Limited, Great Archipelago Capital, Evergreen Digital Capital dan Towering Heights Investments Limited.

Berdasarkan data RTI, PT Kharisma Indah Ekaprima memiliki saham sebanyak 291,17 juta saham dan Cahaya Anugerah Nusantara Holdings Limited sebesar 290,22 juta saham. Sisanya sebanyak 556,18 juta saham dimiliki oleh masyarakat. Rencana pengambilalihan saham tersebut dilakukan melalui proses tender atau lelang, dimana pembeli turut berpartisipasi dalam pelaksanaan aksi korporasi tersebut.

Baca Juga: Anak Usaha Sarana Menara (TOWR) Dapat Pinjaman USD34,8 Juta, untuk Apa?

Adapun pada 4 September 2021, Protelindo sebagai pihak pembeli dan para penjual telah menandatangani perjanjian jual beli (PJB) atau sale and purchase agreement (SPA). Penyelesaian dari aksi korporasi ini masih bergantung pada pemenuhan persyaratan kewajiban oleh para pihak sebagaimana diatur dalam PJB.

“Saat ini untuk detil lainnya kami harus menunggu sampai selesainya transaksi, jadi kami hanya bisa disclose sesuai keterbukaan ke bursa. Adapun proses transaski yang dilakukan saat ini sudah mengikat,” kata Wakil Direktur Utama Sarana Menara Nusantara, Adam Ghifari, dikutip dari Harian Neraca, Selasa (7/9/2021).

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

Rencana transaksi tersebut akan memperkuat posisi Protelindo sebagai perusahaan tower independen terbesar di Indonesia dengan lebih dari 28 ribu tower dan hampir 53 ribu tenant, sehingga rasio tenancy mendekati 1,9 kali.

Direktur Utama Protelindo Ferdinandus Aming Santoso menambahkan, akuisisi tersebut sejalan dengan strategi Protelindo yaitu Build, Buy and Return.

“Rasio leverage Protelindo yang rendah sebesar 2.2 kali Net Debt/EBITDA dan situasi suku bunga rendah saat ini, memberikan motivasi dan mendukung transaksi ini,” ujar dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini