"Saya lihat di beberapa saham-saham yang lama itu agak kurang bagus, kalau saya lihat investor ada arahnya ke lapis 2 dan lapis 3, mengingat ritel juga banyak yang masuk," ucapnya.
Kepada investor, Hendra secara realistis menyarankan untuk mencermati saham-saham dengar market-cap Rp1-10 triliun.
"Tergantung dari beberapa strategi. Kalau memang bigcaps tidak menunjukkan tren yang bagus, maka bisa pindah ke saham-saham yang punya market cap Rp1-10 triliun," tegas Hendra menyikapi kinerja saham-saham bluchips yang katanya cepat terkena aksi jual.
Kendati demikian, Hendra turut merekomendasikan emiten-emiten bigcaps, tetapi dengan fundamental yang bagus.
"Apabila saham-saham bigcaps saya melihat fundamental perusahannya dulu, Kalau bagus, saya masuk, kalau masih mahal, saya tidak bisa paksakan." tukasnya.
Untuk diketahui, sejumlah indeks lain juga terpantau bergerak turun seperti: MNC36 (-0,14%) di 294,2, JII (-1,05%) di 539,3, LQ45 (-0,36%) di 871,3.
Beralih ke indeks sektoral terpantau variatif yakni: properti (0,71%), konsumsi primer (0,28%), teknologi (-2,35%), dan barang baku (-1,82%).
Indeks di kawasan Asia: N225 (0,86%) di 29.916, STI (0,16%) di 3.105, KOSPI (-0,50%) di 3.187, dan HSI (0,96%) di 26.415.
Pada penutupan hari ini terdapat 247 emiten yang melemah, 252 menguat, dan 149 stagnan.
Adapun transaksi mencapai Rp9,7 triliun dari 22,1 miliar lembar saham yang diperdagangkan.
Sementara investor asing terpantau melakukan pembelian bersih sebanyak Rp262,78 miliar di pasar reguler, dan aksi jual Rp75,17 miliar di pasar negosiasi tunai. Sehingga akumulasi asing adalah net-buy mencapai Rp187,61 miliar.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)