Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

4 Fakta UEA Investasi Rp7,1 Triliun, Bangun Resor Mewah untuk Pangeran Abu Dhabi di Aceh

Hafid Fuad , Jurnalis-Rabu, 08 September 2021 |18:15 WIB
4 Fakta UEA Investasi Rp7,1 Triliun, Bangun Resor Mewah untuk Pangeran Abu Dhabi di Aceh
Investasi UEA (Foto: Okezone/Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memastikan Uni Emirat Arab (UEA) akan merealisasikan investasi senilai USD500 juta atau setara dengan Rp7,1 triliun di Aceh Singkil dengan terus melakukan komunikasi dengan Menteri Menteri Energi dan Industri Uni Emirat Arab (UEA) Suhail Mohammed Al Mazrouei.

UEA sebelumnya dikabarkan akan berinvestasi dalam pengembangan pariwisata di Aceh. Pada awal Maret lalu, Gubernur Aceh Nova Iriansyah menandatangani kerja sama pengembangan dan investasi pariwisata dengan Murban Energy Limited, Uni Emirate Arab (UEA) yang akan dipusatkan di Pulau Banyak, Aceh Singkil.

"Ada satu proyek senilai USD500 juta yang mereka ingin investasikan dan mereka sudah meninjau dan sudah bicara. Dan saya bertelepon, tetap berkomunikasi dengan Menteri Suhail, tanggal 13, 14, 15 (September) mereka akan datang ke Indonesia lagi untuk berbagai proyek kerja sama Indonesia-Abu Dhabi," katanya, Rabu (8/9/2021).

Baca Juga: Kacau! 1.603 Orang Positif Covid-19 Lakukan Aktivitas Publik, Untung Ketahuan

Berikut fakta UEA Investasi Rp7,1 Triliun yang telah dirangkum Okezone:

1. Ada Campur Tangan China

Meski membawa kabar baik soal progres investasi di tanah rencong, Luhut meminta masyarakat agar tidak marah karena dalam investasi tersebut nantinya akan ada campur tangan China.

"Tapi Anda jangan marah, dia (UEA) membawa China pula untuk kemari. Dunia itu berputar, jadi kita jangan terlalu marah-marah, kenapa Indonesia ke China? Ini malah Abu Dhabi membawa CEO-nya orang China. Jadi inilah sekarang globalisasi itu," katanya.

Baca Juga: Minta Industri Produksi Alkes hingga Obat, Menko Luhut Pasang Badan soal Perizinan

2. Bangun Ketahanan Nasional

Luhut juga mengingatkan bahwa Indonesia tidak bisa begitu saja membatasi diri lantaran saat ini dunia sudah semakin mengglobal. Yang terpenting, lanjutnya, Indonesia tetap harus membangun ketahanan nasional.

"Ke siapa saja kita bisa berhubungan, tapi ketahanan nasional kita harus kita bangun. Kalau kita membentengi diri kita nggak boleh berhubungan, kita akan nanti kecele bahwa dunia ini sudah begitu mengglobal," ujarnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement