Selain itu, pengguna juga dapat menonton sepuasnya tanpa biaya data, tanpa iklan, dan tanpa buffering, dengan biaya hanya Rp 1.000 per hari. Hal ini membuat Migo 5x-7x lebih murah daripada biaya keseluruhan dari OTT berlangganan lainnya, dengan waktu unduh 30x lebih cepat daripada jaringan telekomunikasi tradisional.
"Karena 60% masyarakat kita semi urban yang pasti banyak pemakainya nanti karena dimanapun internet masih dirasakan terlalu mahal. Bukannya mahal tapi kualitasnya kalau untuk pemakaian lama juga masih dirasa kurang bagus kadang buffering dan sebagainya," katanya.
"Saya sebagai pimpinan MNC Group sangat yakin bahwa Migo akan berkembang pesat, akan menjadi besar dalam waktu singkat tentunya dengan sinergi ini yang akan lebih cepat lagi," pungkas Hary.
Saat ini, Migo mendistribusikan konten dari berbagai rumah produksi lokal & internasional dan layanan OTT. Mencakup berbagai rumah produksi dan pembuat konten lokal, seperti MNC Group, MD Pictures, SBS, dan JTBC, serta sejumlah OTT, termasuk GoPlay, layanan streaming video GoJek; Genflix, salah satu OTT pertama yang diluncurkan di Indonesia; dan Sushiroll, yang menghadirkan konten Anime terbaik.
Dengan memanfaatkan jaringan Migo, konten IPTV kini dapat dinikmati oleh jutaan pengguna yang saat ini memiliki kesulitan dengan konektivitas dan biaya Internet atau data.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.