Cara MES Tingkatkan Literasi Ekonomi Syariah

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 14 September 2021 14:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 14 320 2471148 cara-mes-tingkatkan-literasi-ekonomi-syariah-Jx8FkFHvsQ.jpg Kopdar Gen-Sy. (Foto: Okezone.com/PP MES)

SEMARANG  – Kopdar Gen-Sy melalui Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (PP MES) telah melawati 52 kota.  Perjalanan ini untuk menggalang literasi ekonomi syariah. 

Adapun perjalanan dimulai sejak Juni 2021 dari Banda Aceh, direncanakan akan berakhir di Papua pada Oktober nanti. Hingga Senin kemarin rombongan menempuh jalur darat dimulai dari Jakarta ke Cirebon hingga Semarang.

“Perjalanan ini digelar untuk menggalang literasi ekonomi syariah dan menyerap aspirasi kebangkitan ekonomi umat di berbagai daerah,” ujar Wakil Ketua Komite Ekspor Halal PP MES yang juga Koordinator Perjalanan, Phirman Rezha, Selasa (14/9/2021). 

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Syariah Semakin Menjanjikan, Wapres: Sudah Waktunya Kita di Depan

Di Cirebon, rombongan disambut oleh Wakil Bupati Cirebon Hj. Wahyu Tjiptaningsih. Dalam sambutannya, ia menyampaikan Pemda akan bekerjasama dengan pengusaha lokal untuk mengembangkan ekonomi syariah di Cirebon.

“Harus diakui, selama ini belum banyak kolaborasi antara platform seperti industri retail seperti Alfamart, Indomaret atau Gojek, dengan pengusaha lokal. Kami mendorong agar produk lokal bisa minimarket atau go-digital melalui platform e-commerce,” ujar Ibu Wahyu.

Baca Juga: Sri Mulyani Pamer Aset Perbankan Syariah Tembus Rp598,2 Triliun

Rombongan juga berkunjung ke pesantren KHAS Kempek pimpinan ulama besar KH. Mustafa Aqiel Siradj. Beliau berharap produk lembaga keuangan syariah perlu banyak melibatkan para kyai agar lebih mudah diterima masyarakat.

"Para Kyai memiliki pemahaman dan spirit pengembangan ekonomi syariah di Indonesia, juga punya kedekatan dengan masyarakat, sehingga dakwah ekonomi akan lebih mudah dipahami dan diterima" ujar Kyai Mustafa.

Terakhir, rombongan mengunjungi Keraton Kasepuhan Cirebon. Rombongan diterima oleh Sultan Sepuh dan berdiskusi terkait pengembangan ekonomi kerakyatan di Cirebon.

“Cirebon adalah kota perdagangan, kami berupaya mendirikan badan wakaf untuk membantu perekonomian masyarakat. Kami senang mendengar gerakan masyarakat ekonomi syariah yang sudah digagas, semoga berkembang dan bisa dijalankan di tengah masyarakat,” ujar Sultan.

Perjalanan dilanjutkan ke Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Senin malam, rombongan diterima Bupati Batang Wihaji. Dalam diskusi, Bupati menyampaikan apreasiasi terhadap gerakan ekonomi syariah yang berkaitan dengan.

“Saat ini kami didukung Pemerintah Pusat sedang membangun Kawasan Industri Terpadu Batang yang nantinya akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Pantura Jateng. Kami berharap MES dan BSI bisa menggalang berbagai stakeholder untuk pengembangan kawasan industri halal nya,” ujar Wihaji.

Perjalanan akan dilanjutkan menuju Semarang, dan sepanjang Pantura Jawa Timur. Di wilayah ini, rombongan direncanakan akan mengunjungi pesantren-pesantren yang telah menjadi percontohan dalam kemandirian ekonomi.

Ketua Komite Pemuda PP MES Arief Rosyid berharap agar MES di berbagai daerah dapat menjadi penggerak yang inovatif. Yaitu dengan menghubungkan berbagai stakeholder ekonomi syariah dari berbagai profesi dan area pengabdian.

“Alhamdulillah, sudah separuh jalan dari target 100 kota/kabupaten yang akan kita kunjungi. Kami terus mencoba menghubungkan berbagai stakeholder MES untuk menjadi penggerak yang konkret menuju kebangkitan ekonomi umat,” pungkas Arief.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini