Erick Thohir soal Warung Pangan: Bisa Bantu UMKM

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 16 September 2021 16:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 16 320 2472446 erick-thohir-soal-warung-pangan-bisa-bantu-umkm-D5rQ4umY2u.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone)

JAKARTA - BUMN Klaster Pangan meluncurkan aplikasi Warung Pangan sebagai platform distribusi melalui mitra ritel online. Aplikasi tersebut pun kini diresmikan Menteri BUMN, Erick Thohir.

Aplikasi tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah membangun digital mindset di kalangan pelaku UMKM. Khususnya, memanfaatkan teknologi untuk mengakselerasi perekonomian nasional.

Menteri BUMN Erick Thohir menyebut Warung Pangan menjadi bagian dari keberpihakan perusahaan pelat merah kepada masyarakat dan UMKM.

"Saya apresiasi bagaimana RNI Group, BGR Logistics, dan PTPN bisa membuat ekosistem baru, dan kita melihat Warung Pangan ini menjadi ekosistem yang baik," ujar Erick, Kamis (16/9/2021).

Baca Juga: Erick Thohir Sentil Swasta: Jangan Ngakalin BUMN, Bisnis Harus Saling Untung

Kementerian BUMN juga mendorong pembukaan lapangan kerja melalui program-program BUMN. Erick berharap dampak Warung Pangan dapat membuka lapangan pekerjaan baru.

Di sisi pendanaan, Erick meminta Himbara memberikan dukungan pendanaan bagi operasional Warung Pangan. Tercatat, setidaknya ada 47.000 Warung Pangan yang dimiliki BUMN Klaster Pangan.

Baca Juga: Erick Thohir Tak Mau Ada Oknum BUMN Sering Korupsi karena Proyek

"Saya ingin memastikan bagaimana nanti Warung Pangan ini yang jumlahnya tadi sekitar 47.000 bisa ada akses pendanaan. Kemarin saat saya lihat di Jakarta sendiri kalau tidak salah ada 35.000 warung dan mereka sudah transisi, di mana, income online lebih besar dibandingkan offline-nya," kata dia.

Karena itu, menentukan bagaimana biaya logistiknya bisa ditekan agar lebih murah dan kompetitif sehingga bisa bersaing. Selain itu, dia juga mengapresiasi adanya kerja sama dengan pihak swasta dan pemerintah daerah.

Erick menegaskan, agar kerja sama BUMN dengan BUMN tidak menjadi menara gading, dan kerja sama dengan swasta dan pemerintah daerah harus saling menguntungkan.

"Saya tidak mau ada oknum di BUMN yang mana selama ini sering terjadi tindak pidana korupsi karena project base bukan bisnis proses yang baik. Saya juga meminta para swasta yang berpartner dengan BUMN jangan mengakali, harus win-win, apalagi sekarang di era yang sangat transparan, digitalisasi dan pasar terbuka," ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini