Oei Tiong Ham, Konglomerat Pertama Asia Tenggara Punya Istana di Semarang

Kamis 16 September 2021 15:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 16 455 2472301 oei-tiong-ham-konglomerat-pertama-asia-tenggara-punya-istana-di-semarang-XCHrrxEVk0.jpg Oei Tiong Ham, Konglomerat Pertama di Asean. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Konglomerat pertama di Asia Tenggara, Oei Tiong Ham ternyata punya istana di Semarang, Jawa Tengah, dengan luar 81 hektare (ha). Kompleks istana tersebut membentang sepanjang Jalan Pahlawan hingga Pandanaran dan Randusari.

Bangunan Istana Oei Tiong Ham ini terdiri dari satu rumah induk, dua rumah berukuran lebih kecil di kiri kanan gedung utama yang dihubungkan dengan satu lorong beratap untuk menghindari panas dan hujan, yang biasa disebut Pavillion.

Baca Juga: Daftar 4 Wanita Terkaya, Vivian Punya Harta Rp23,5 Triliun dari Bisnis Toko Obat

Sementara itu, di belakang bangunan utama terdapat beberapa bangunan rumah yang mengelilingi kolam. Akan tetapi, sekarang, istana konglomerat di Semarang ini hanya menyisakan sebuah bangunan yang disebut Balekambang atau dikenal sebagai gedung gula.

Sementara itu, Oei Tiong Ham menempati istana megah itu pada usianya yang masih sangat muda, yakni 22 tahun. Oei Tiong Ham melapisi lantai pada istana tersebut dengan marmer dari Itali. Karakter Tionghoa hanya ada di gerbang pelataran gedung.

Baca Juga: Daftar Miliarder Tertua, Nenek 93 Tahun Punya Harta Rp17,8 Triliun

Berbagai peninggalan Oei Tiong Ham di Semarang telah padat oleh permukiman dan bangunan baru. Sebagian besar peninggalan konglomerat asli Kota Lumpia ini telah hancur, salah satunya seperti gudang di Jalan Pedamaran, Kampung Tamtin, Pasar Johar, Semarang.

Oei Tiong Ham lahir di Semarang, 19 November 1866. Semasa hidupnya, dia mendapat gelar Manusia 200 Juta Gulden, sebagaimana ditulis dalam buku Konglomerat Oei Tion Ham, Kerajaan Bisnis Pertama di Asia Tenggara yang terbit pada 1991.

Awalnya usaha Oei Tiong Ham bukan gula, melainkan perdagangan karet, kapas, gambir, tapioka dan kopi. Usaha dari konglomerat asli Semarang ini kemudian menggurita merambah bisnis ekspedisi, kayu, properti hingga opium.

Namun, pada 1880, Oei Tiong Ham baru terjun ke industri gula setelah terjadi krisis gula sehingga banyak pabrik gula di Jawa Timur yang berutang dan tak mampu membayar.

“Saat itu Oei Tiong Ham menerapkan kontrak bisnis. Saat itu kontrak merupakan hal langka di kalangan pengusaha China. Berbekal kontrak itu, ia kuat secara hukum dan sukses menguasai aset pengutan yang gagal bayar,” ujar sejarawan Semarang, Jongkie Tio dikutip dari Solopos.com, Kamis (16/9/2021).

Semenjak itu, ia dikenal sebagai orang yang tajir melintir dan mempunyai beragam usaha, seperti properti, bank, saham bahkan kapal. Dan usahanya tersebut juga merambah ke luar negeri, seperti Singapura, Bangkok, Hongkong, China, London, Mexico hingga New York.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini