RS Royal Prima (PRIM) Bakal Buyback Saham Rp10 Miliar

Aditya Pratama, Jurnalis · Rabu 22 September 2021 09:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 22 278 2475030 rs-royal-prima-prim-bakal-buyback-saham-rp10-miliar-JzVP93iHm2.jpeg Emiten RS (Foto: Okezone)

JAKARTA - Emiten pengelola Rumah Sakit, PT Royal Prima Tbk (PRIM) akan melakukan pembelian kembali atau buyback saham sebesar Rp10 miliar. Pembelian kembali akan dilakukan secara bertahap dalam perkiraan periode 22 September - 22 Desember 2021.

Dikutip dari keterbukaan informasi BEI, manajemen Royal Prima menjelaskan, sesuai dengan SEOJK No. 3/2020, jumlah Saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 20 persen dari jumlah modal disetor, serta dengan ketentuan paling sedikit saham yang beredar adalah 7,5 persen.

Dengan asumsi Perseroan mengunakan kas internal untuk buyback saham sebesar maksimum Rp10 miliar, maka aset dan ekuitas akan menurun sebanyak-banyaknya Rp10 miliar ditambah biaya transaksi pembelian kembali saham. Berkenaan dengan transaksi tersebut, maka dampak terhadap biaya operasional Perseroan tidak akan material, sehingga laba rugi diperkirakan masih sejalan dengan target Perseroan.

Baca Juga: Pecah Rekor! Total Dana IPO 2021 di BEI Rp32,1 Triliun, Terbesar Sepanjang Sejarah

"Pengalihan aset berupa kas menjadi Treasury Stock tidak akan mempengaruhi pendapatan Perseroan secara signifikan. Perseroan berkeyakinan bahwa pelaksanaan pembelian kembali saham Perseroan tidak akan memberikan dampak negatif terhadap kegiatan usaha Perseroan secara material, mengingat Perseroan memiliki modal kerja dan arus kas yang cukup untuk melaksanakan pembelian kembali saham bersamaan dengan operasional Perseroan," tulis keterangan manajemen PRIM dikutip, Rabu (22/9/2021).

Baca Juga: 26 Perusahaan Antre IPO di BEI, Ada Startup

Proforma laba per saham disusun berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian (tidak diaudit) per tanggal 30 Juni 2021.

Proforma ini menggunakan asumsi opportunity loss pendapatan bunga net sekitar 2,25 persen per tahun, seandainya dana dari kas tersebut ditempatkan pada deposito dengan tenor 1 tahun.

Sehingga jika program pembelian kembali saham sebanyak-banyaknya sebesar Rp10 miliar berhasil dilakukan seluruhnya, maka perkiraan opportunity loss adalah sekitar Rp225 juta untuk satu tahun.

"Pada proforma tersebut, tidak terlihat dampak yang signifikan akibat dari program pembelian kembali saham oleh Perseroan terhadap indikator keuangan Perseroan," tulis manajemen PRIM.

Adapun, Perseroan berencana untuk menyimpan saham yang telah dibeli kembali untuk dikuasai sebagai Treasury Stock dengan jangka waktu tidak lebih dari 3 tahun sejak berakhirnya pembelian kembali saham.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini