4 Fakta ADB Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Erlinda Septiawati, Jurnalis · Rabu 22 September 2021 19:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 22 320 2475266 4-fakta-adb-turunkan-proyeksi-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-BD0n6EedFz.jpg Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dari ADB. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Asian Development Bank (ADB) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini. Dari prediksi awal sebesar 4,5% menjadi 3,5%.

Selain itu, Current Account Balance (CAB) juga diperkirakan berada di level minus 0,5% dari prediksi sebelumnya minus 0,8%, sedangkan tahun depan diprediksi sebesar minus 0,9% dari sebelumnya minus 1,3%.

Berikut fakta terkait ADB turunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia seperti yang telah dirangkum oleh Okezone, Jakarta, Rabu (22/9/2021).

1. Pertumbuhan Ekonomi 3,5%

Berdasarkan informasi, ADB menurunkan proyeksinya terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun ini dari perkiraan pada April lalu sebesar 4,5% (yoy) menjadi 3,5% (yoy).

Baca Juga: RI Keluar dari Resesi, Bahlil Bersyukur Kontraksi Ekonomi Tak Terlalu Dalam

“Pemulihan akan terus berlangsung namun dengan laju yang lebih moderat di level 3,5% dibandingkan 4,5% yang diproyeksikan pada April lalu,” kata Senior Country Economist ADB Henry Ma dalam ASIAN Development Outlook 2021 di Jakarta, Rabu (22/9/2021).

2. Pembatasan Mobilitas dan Realisasi Kuartal II-2021

Diketahui adanya pembatasan mobilitas yang lebih ketat pada kuartal III-2021, sehingga menekan indikator ekonomi seperti penjualan ritel dan kendaraan bermotor, keyakinan konsumen serta PMI Manufaktur.

Baca Juga: Sri Mulyani: Kemajuan Suatu Bangsa Ditentukan Kualitas Manusia

Henry mengatakan beberapa aspek yang melatarbelakangi ADB dalam menurunkan proyeksinya adalah adanya realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal II-2021 sebesar 7,07% yang lebih rendah dari perkiraan. Sebab, hal ini memberikan basis yang lebih rendah pada pertumbuhan tahun berikutnya.

3. Peningkatan Kasus Varian Covid-19 Baru di Dunia

Dengan perlambatan di berbagai negara akibat varian Covid-19 baru dan peningkatan kasus terutama di negara maju seperti Amerika Serikat, adanya tekanan finansial di ekonomi global serta kontraksi di sektor layanan dan jasa.

Di Indonesia pun untuk inflasi tahun ini diperkirakan berada di level 1,7% atau lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya 2,4% sedangkan tahun depan berada di level 2,7% dari prediksi sebelumnya 2,8%.

4. Prediksi 4,8% Tahun 2022

Sementara itu, ADB juga menurunkan prediksinya terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan dari sebelumnya 5% (yoy) menjadi 4,8% (yoy).

“Pertumbuhan 3,5% pada 2021 maka riil GDP di 2021 akan 1,4% lebih besar dibanding 2019. Untuk 2022 mungkin perlambatan ini berlanjut sehingga proyeksi pertumbuhan 2022 di level 4,8%,” ujar Henry

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini