Ambil Alih Pekerjaan, ARKA Garap Proyek Pertamina Rp620 Miliar

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Rabu 29 September 2021 14:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 29 278 2478719 ambil-alih-pekerjaan-arka-garap-proyek-pertamina-rp620-miliar-mnQOIRrNU7.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - Emiten di sektor manufaktur dan fabrikasi komponen alat berat, PT Arkha Jayanti Persada Tbk (ARKA) akan mengambil alih pekerjaan steel fabricatoe 23.000 ton senilai Rp 620 miliar pada proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) kilang Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur milik konsorsium joint operation (JO) SK Engineering & Construction Co Ltd, Hyundai Engineering Co Ltd, PT Rekayasa Industri (Rekin) dan PT Pembangunan Perumahan (PP).

Direktur Utama PT Arkha Jayanti Persada Tbk, Dwi Hartanto mengatakan, progres setiap proyek yang dikerjakan Arkha di RDMP Balikpapan saat ini berada di atas rata rata penyedia lainnya. Pembangunan pengembangan Kilang RDMP PT Pertamina Balikpapan menjadi perhatian khusus Hyundai-Rekind-PP di tengah lambatnya penyelesaian kontrak dengan perusahaan penyedia baja lainnya.

Hal ini membuat konsorsium Hyundai mengambil langkah taktis dan strategis dengan mengatasi perusahaan-perusahaan yang sebelumnya memperoleh kontrak tetapi tidak menunjukkan kinerja memadai.

Baca Juga: Dear Investor, Eastparc Hotel (EAST) Bakal Tebar Dividen

Dwi mengatakan, untuk mengatasi persoalan di atas konsorsium Hyundai telah melakukan pertemuan dengan PT Arkha Jayanti Persada sebagai salah satu perusahaan yang menggarap proyek tersebut. Arkha bersedia mengambil alih kontrak dengan total pekerjaan steel fabricatoe (pipa untuk kilang) sebesar 23.000 ton dengan perkiraan nilai Rp 620 miliar.

Disampaikannya, penawaran konsorsium Hyundai kepada PT Arkha Jayanti Persada Tbk karena perusahaan memiliki kemampuan teknis dan pengalaman serta struktur managemen memadai.

Baca Juga: Efisiensi, Krakatau Steel (KRAS) Pangkas 62% Karyawan

"Hal ini menjadi pertimbangan mengapa PT AJP ditawarkan melaksanakan pekerjaan steel fabricator," kata Dwi, Rabu (29/9/2021).

Berbekal manajemen, peralatan, mesin dan pengalaman pengalaman kata dia, Arkha optimistis menyelesaikan pekerjaan yang ditawarkan konsorsium Hyundai. Sepanjang 2020, penjualan Arkha mengalami penurunan sebesar 11,22% menjadi Rp 82,9 miliar dari Rp 105,94 miliar pada 2019 sebagai imbas melemahnya dunia usaha akibat pandemi Covid-19.

Laba bruto tergerus 85,49% menadi Rp 3,16 miliar pada tahun 2020 dibandingkan Rp 20,48 miliar pada 2019.

RDMP Kilang Balikpapan bagian proyek strategis Pertamina untuk mewujudkan kemandirian energi nasional. Nantinya kapasitas kilang Balikpapan akan bertambah 38% dari sebelumnya 260.000 barel per hari menjadi 360.000 barel per hari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini