130 Negara Bakal Dapat Rp2.145 Triliun dari Pajak Perusahaan 15%

Rabu 13 Oktober 2021 07:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 13 320 2485433 130-negara-bakal-dapat-rp2-145-triliun-dari-pajak-perusahaan-15-BtyGw6iECK.jpg Kesepakatan Pajak Perusahaan Global. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Lebih dari 130 negara menyepakati perubahan dalam pajak perusahaan global, termasuk tarif perusahaan minimum sebesar 15% untuk mencegah perusahaan multinasional menyimpan keuntungan di negara-negara dengan tarif pajak yang rendah.

Kesepakatan ini diumumkan pada Jumat 8 Oktober 2021, sebagai upaya untuk mengatasi cara globalisasi dan digitalisasi yang telah mengubah ekonomi dunia. Kesepaktan tersebut akan memungkinkan negara mengenakan pajak atas sebagian pendapatan perusahaan yang berlokasi di tempat lain yang menghasilkan uang melalui ritel online, iklan web, dan aktivitas lain.

Baca Juga: UU Pajak Bakal Jadi Tongkat Estafet Ekonomi, Ini Alasannya

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden juga ikut mendorong kesepakatan itu di saat pemerintah di seluruh dunia berusaha meningkatkan pendapatan setelah pandemi Covid-19. Demikian dilansir dari VOA Indonesia, Rabu (13/10/2021).

Kesepakatan 136 negara, yang mewakili 90% ekonomi global, diumumkan oleh Organisasi untuk Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) yang berbasis di Paris, yang menjadi tuan rumah pembicaraan yang mengarah kepada lahirnya kesepakatan itu.

Baca Juga: NIK Jadi NPWP, Ini Penjelasan Ditjen Pajak

OECD mengatakan bahwa pajak minimum akan menuai sekitar USD150 miliar untuk pemerintah.

Perusahaan teknologi besar AS seperti Google dan Amazon mendukung negosiasi OECD itu. Alasannya, antara lain, negara-negara akan setuju untuk menarik pajak layanan digital individu yang telah mereka kenakan pada perusahaan dengan imbalan hak untuk memajaki sebagian pendapatan mereka di bawah skema global tersebut.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini