5 Fakta Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Pakai APBN hingga Balik Modal 40 Tahun

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 15 Oktober 2021 10:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 15 320 2486667 5-fakta-proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung-pakai-apbn-hingga-balik-modal-40-tahun-iGc6cz1vwx.jpg Biaya Kereta Cepat Jakarta-Bandung Diperkirakan Bengkak. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) mengalami pembengkakak anggaran (cost overrun). Diprediksi anggaran yang bengkak sekira USD3,8 miliar- USD4,9 miliar atau setara Rp54 triliun- Rp69 triliun.

Meski demikian, Kementerian BUMN selaku pemegang saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), dalam struktur Kereta Cepat Indonesia–China (KCIC), membantah pernyataan Faisal hingga nilai cost overrun yang diperkirakan mencapai Rp 69 triliun.

Adapun MNC Portal Indonesia merangkum sejumlah pernyataan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga terkait pernyataan Faisal Basri hingga pembengkakan anggaran KCJB.

1. Kesalahan Besar Faisal Basri

Arya menyebut, komentar Faisal Basri dalam sebuah dialog yang digelar secara virtual adalah pandangan subjektif semata. Pasalnya, pernyataan tersebut dinilai minim analisa dan tanpa hitungan pasti.

Baca Juga: Modal Kereta Cepat Jakarta-Bandung Balik 40 Tahun, Mirip-Mirip MRT

"Faisal Basri konyol betul itu. Dan kelihatan beliau itu tidak pakai angka, tidak pakai analisa hanya subjektifnya aja yang muncul. Jadi itu kesalahan besar. Saya skali Faisal Basri itu ngomong seperti itu, itu nggak bener," ujar Arya kepada Wartawan, Kamis (14/10/2021).

2. Anggaran KCJB Masih Diaudit BPKP

Pemegang saham menegaskan belum ada angka pasti perihal pembengkakan biaya pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Saat ini, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) tengah melakukan audit anggaran KCJB, termasuk melihat nominal cost overrun-nya.

Baca Juga: Biaya Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Rp69 Triliun, Erick Thohir Tunggu Audit BPKP

Padahal, manajemen PT Kereta Api (Persero) sudah membeberkan pembengkakan KCJB mencapai USD3,8 miliar- USD4,9 miliar atau setara Rp 54 triliun- Rp 69 triliun.

"Ini perlu saya sampaikan bahwa memang kita masih menghitung. Tunggu dulu nih. Cost overrun itu muncul berapa angka yang sebenarnya. Setelah diaudit oleh BPKP baru kita bisa tahu angka yang sebenarnya," ungkap dia.

3. Balik Modal KCJB 40 Tahun Mendatang

Payback period atau pengembalian modal dalam proyek KCJB diperkirakan terjadi 40 tahun mendatang. Perkiraan itu merupakan perhitungan konservatif Kementerian BUMN.

Menurut Arya, berdasarkan hitungan kasar pihaknya, pengembalian modal KCJB akan sama seperti Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta.

"Secara konservatif, hitungan kita tetap payback period untuk equity-nya itu, ini ya 40-an tahun. Tapi kita belum tahu ya, ini hitungannya hanya kasar masih. Ini kan mirip-mirip dengan MRT," ujar Arya kepada Wartawan, Kamis (14/10/2021).

4. Tidak Ada Potensi Korupsi

Kementerian BUMN memastikan tidak ada potensi korupsi atau penyelewengan dalam kasus pembengkakan biaya proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Arya menegaskan, pihakny tidak mengakomodir tindakan melanggar hukum tersebut.

5. Pakai APBN

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengizinkan penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk dialokasikan ke dalam pembangunan kereta cepat Bandung- Jakarta KCJB.

Keputusan itu ditetapkan melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 93 Tahun 2021, tentang Percepatan Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Kereta Cepat Jakarta Bandung.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini