Wall Street Mixed, Indeks S&P dan Nasdaq Terdorong Saham Teknologi

Antara, Jurnalis · Selasa 19 Oktober 2021 06:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 19 278 2488347 wall-street-mixed-indeks-s-p-dan-nasdaq-terdorong-saham-teknologi-yyrqpe1xvR.jpg Wall Street ditutup mixed (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Wall Street ditutup mixed pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Bursa saham AS bergerak dua arah dengan indeks S&P dan Nasdaq ditutup lebih tinggi terangkat dorongan terbesar dari perusahaan teknologi dan komunikasi terkemuka.

Sementara investor mengamati berita produk dari Apple Inc dan tampak optimis tentang musim laporan laba kuartal ketiga.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 36,15 poin atau 0,10%, menjadi menetap di 35.258,61 poin. Indeks S&P 500 bertambah 15,09 poin atau 0,34%, menjadi berakhir di 4.486,46 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup menguat 124,47 poin atau 0,84%, menjadi 15.021,81 poin.

Baca Juga: Wall Street Kokoh, Indeks Dow Melesat 1,09%

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor consumer discretionary dan teknologi masing-masing terangkat 1,2% dan 0,85%, memimpin kenaikan. Sementara itu, sektor utilitas tergelincir 0,97%, merupakan kelompok berkinerja terburuk.

Setelah awal yang lemah menyusul data ekonomi mengecewakan dari China, indeks S&P dan Nasdaq menguat di pagi hari dengan kenaikan pada saham FAANG - Facebook Inc, Apple, Amazon.com Inc, Netflix Inc, Google Alphabet Inc - serta Microsoft Corp.

Baca Juga: Wall Street Menguat, S&P 500 Cetak Kenaikan Harian Tertinggi

Saham Apple ditutup 1,0% lebih tinggi setelah perusahaan meluncurkan komputer laptop Mac baru dengan chip prosesor yang lebih kuat.

Saham Facebook, di bawah tekanan baru-baru ini, ditutup naik lebih dari 3,0% dengan beberapa laporan positif keluar termasuk rencananya untuk menciptakan 10.000 pekerjaan di Eropa guna membantu membangun apa yang disebut metaverse - dunia daring.

Dengan hanya sebagian kecil perusahaan yang telah melaporkan hasil kuartalan sejauh ini, investor berharap untuk beberapa kabar baik di hari-hari dan minggu-minggu mendatang.

"Anda akan mendapatkan laporan-laporan laba yang lebih berat minggu ini dari beragam industri," kata Michael James, direktur pelaksana perdagangan ekuitas di Wedbush Securities di Los Angeles, menambahkan, "jalur resistensi paling kecil tetap lebih tinggi memasuki musim laba untuk perusahaan-perusahaan teknologi berkapitalisasi besar.”

Hasil yang mengalahkan perkiraan dari pemberi pinjaman besar AS pekan lalu telah menetapkan nada positif untuk musim laba kuartal ketiga, dengan para analis memperkirakan laba S&P 500 menunjukkan kenaikan 32% dari tahun lalu, menurut data Refinitiv.

Awal yang solid kemungkinan membantu investor mengabaikan kegelisahan dari hari sebelumnya setelah China mencatat laju pertumbuhan ekonomi paling lambat dalam setahun untuk kuartal ketiga, dirugikan oleh kekurangan listrik dan goyangan di sektor properti.

Kontributor utama lainnya untuk keuntungan S&P adalah Tesla Inc menjelang laporan keuangannya minggu ini, Amazon yang menambahkan 1,0% dan pembuat chip Nvidia Corp yang ditutup menguat 1,6%.

Johnson & Johnson, Netflix, Verizon Communications Inc dan perusahaan jasa ladang minyak Baker Hughes Co juga akan melaporkan hasil kuartalan minggu ini.

Tetapi sementara mega tech mencatat kenaikan cukup kuat untuk mendorong S&P dan Nasdaq, optimisme tidak meluas dengan empat sektor industri ditutup di zona merah.

Saham Walt Disney Co ditutup turun 3,0% setelah Barclays menurunkan peringkat saham raksasa media itu menjadi "equal weight" dari "overweight."

Volume transaksi di bursa AS mencapai 9,1 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 10,3 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini