RI Lelang 6 Blok Migas, Ada yang Tertarik?

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Senin 25 Oktober 2021 18:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 25 320 2491529 ri-lelang-6-blok-migas-ada-yang-tertarik-pXpAPtKh0o.jpg ESDM Lelang 6 Wilayah Kerja Migas. (Foto: Okezone.com/Pertamina)

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menawarkan 6 Wilayah Kerja (WK) Migas hingga triwulan III tahun 2021.

"Pada Lelang WK Migas Tahap I, telah ditawarkan 6 WK Migas dan Lelang Tahap II Tahun 2021 rencananya akan dilaksanakan pada triwulan IV di mana terdapat 8 kandidat WK migas yang sedang dievaluasi," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji pada Konferensi Pers Capaian Subsektor Migas Triwulan III, Senin (25/10/2021).

Baca Juga: TKDN Hulu Migas Capai 58%, Pengusaha Lokal Dapat Rp23 Triliun

Untuk meningkatkan minat terhadap WK Migas, pemerintah terus berupaya melakukan perbaikan Bentuk dan Ketentuan-Ketentuan Pokok (Terms & Conditions) Kontrak Kerja Sama agar lebih menarik.

Perbaikan yang dilakukan seperti fleksibilitas bentuk kontrak sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM nomor 12 tahun 2020 dan peningkatan Split Kontraktor, di mana untuk minyak bumi mulai 80:20 untuk resiko geologi, infrastruktur dan sumberdaya dengan kategori very low, sampai dengan 55:45 kategori very high. Sedangkan untuk gas bumi mulai dari 75:25 untuk kategori very low, sampai dengan 50:50 untuk kategori very high.

Baca Juga: Investasi Migas Temui Hambatan, Realisasinya Baru USD9,07 Miliar

Untuk pemanfaatan gas domestik, hingga triwulan III mencapai 65,91%, sedikit di atas target yang telah ditetapkan yaitu sebesar 65%. Pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan dalam negeri akan terus ditingkatkan demi mendukung tumbuh kembangnya industri dalam negeri.

Terkait lifting migas yang merupakan komponen dalam perhitungan besaran penerimaan negara, hingga triwulan III mencapai 661 MBOPD untuk minyak dan 1003 MBOEPD untuk gas bumi, dengan ICP rata-rata sebesar US$65,17 per barel.

Upaya peningkatan dan pencapaian lifting migas yang telah/akan terus dilakukan, diantaranya optimasi produksi pada lapangan eksisting, percepatan transformasi resources menjadi produksi dengan mempercepat POD lapangan baru dan rencana pengembangan lapangan-lapangan yang tertunda, optimalisasi pemberian insentif dan monetisasi undeveloped discovery.

Selain itu, penerapan Enhanced Oil Recovery (EOR) pada lapangan-lapangan yang berpotensi, peningkatan cadangan dan produksi migas nasional juga dilaksanakan dengan kegiatan eksplorasi termasuk pelaksanaan program Komitmen Kerja Pasti untuk menemukan prospect dan lead baru.

"Di samping itu, juga dilakukan upaya percepatan proses perizinan dan peningkatan koordinasi dengan instansi terkait untuk percepatan penyelesaian permasalahan operasional di lapangan,” jelas Dirjen Migas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini