Beda dengan Sri Mulyani, Bahlil Prediksi Ekonomi RI Tumbuh 3%-4% di Kuartal III

Antara, Jurnalis · Rabu 27 Oktober 2021 15:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 27 320 2492646 beda-dengan-sri-mulyani-bahlil-prediksi-ekonomi-ri-tumbuh-3-4-di-kuartal-iii-c3S1nR8Oic.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memprediksi pertumbuhan ekonomi kuartal III 2021 akan berkisar antara 3% - 4% menyusul capaian realisasi investasi hingga kuartal III 2021.

Tercatat realisasi investasi sepanjang triwulan III 2021 mencapai Rp216,7 triliun, tumbuh 3,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy), meski melambat 2,8% dibandingkan triwulan sebelumnya (quarter-to-quarter/q-t-q).

Secara kumulatif, sepanjang Januari-September 2021 realisasi investasi mencapai R659,4 triliun atau mencapai 73,3% dari target yang ditetapkan Presiden Jokowi sebesar Rp900 triliun.

Baca Juga: Investasi Asing Turun tapi Domestik Naik, Bahlil: Seperti Juventus

"Jadi menurut saya, ini menurut saya loh, dengan data Kementerian Investasi nih, mungkin di kuartal ketiga pertumbuhan ekonomi kita ya di antara 3% sampai 4%, kalau saya lihat dengan realisasi investasi. Tapi itu baru perkiraan," katanya dalam paparan realisasi investasi secara daring di Jakarta, Rabu (27/10/2021).

Bahlil menyebut capaian realisasi investasi sepanjang Januari-September 2021 itu tumbuh 7,8 persen secara yoy.

Mantan Ketua Umum Hipmi itu mengakui dibutuhkan kerja keras untuk bisa mencapai target realisasi investasi sebesar Rp900 triliun. Namun ia optimis target bisa tercapai.

Baca Juga: Investasi Domestik Penyelamat Ekonomi RI di Tengah Pandemi Covid-19

"Kami telah melakukan kalkulasi, mapping, terhadap beberapa investasi yang sudah realisasi dan calon yang masuk di kuartal IV dengan peluang yang ada. Doain tercaai di angka Rp900 triliun," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memproyeksikan ekonomi kuartal III-2021 tumbuh 4,3%, membaik dari minus 3,5% pada kuartal III-2020.

Sementara untuk pertumbuhan ekonomi pada keseluruhan tahun 2021, ia memperkirakan berada di kisaran 4%, seiring dengan kinerja ekonomi yang menunjukkan pemulihan secara gradual dan perlu terus dipertahankan dengan upaya pengendalian Covid-19 yang komprehensif.

"Memang dibanding kuartal II-2021 menurun, tetapi kalau dilihat pada triwulan III-2021 kita mengalami varian Delta yang sangat tinggi namun ternyata koreksinya tidak terlalu dalam," ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KITA Edisi Oktober 2021 secara daring di Jakarta, Senin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini