Aturan Terbaru dan Syarat Penerbangan Luar Jawa-Bali, Cek di Sini

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Jum'at 29 Oktober 2021 13:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 29 320 2493681 aturan-terbaru-dan-syarat-penerbangan-luar-jawa-bali-cek-di-sini-nQZQJyGJCN.jpg Syarat dan Aturan Baru Penerbangan Luar Jawa-Bali

JAKARTA – Aturan terbaru dan syarat penerbangan luar Jawa-Bali bisa diketahui masyarakat.

Kini Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menerbitkan aturan terbaru tentang syarat penerbangan. Aturan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Perhubungan Nomor 93 Tahun 2021.

Baca Juga: Penerbangan ke Luar Jawa-Bali Cukup Antigen, Kok Bisa?

Adapun aturan yang dimaksud, calon pelaku penerbangan antar daerah di luar Jawa dan Bali, wajib menunjukkan hasil negatif RT-PCR (sampel maksimal 3x24 jam) atau hasil negatif RT-antigen (sampel maksimal 1x24 jam), sebelum keberangkatan. Kemudian, disertai juga kartu vaksin minimal dosis pertama.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto mengatakan, penerbitan aturan baru ini tetap dalam upaya mencegah terjadinya penyebaran dan peningkatan penularan COVID-19.

"Jadi tujuannya untuk melindungi kita semua dari paparan COVID-19. Walaupun begitu, ada pengecualian untuk kewajiban menunjukkan kartu vaksin dengan ketentuan yang masih merujuk pada SE 88/2021," ujarnya di Jakarta, Jumat (29/10/2021).

Pengecualian pertama, untuk pelaku perjalanan dengan usia di bawah 12 tahun. Kedua, bagi yang memiliki kondisi kesehatan khusus dengan persyaratan wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah, yang menyatakan bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19.

Aturan ini merupakan perubahan atas SE Nomor SE 88/2021 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Udara pada Masa Pandemi Covid-19.

"SE baru ini berlaku efektif mulai 28 Oktober 2021," ucap Novie.

Selama pemberlakuan SE terbaru tersebut, kata Novie, kapasitas penumpang untuk pesawat udara berlorong tunggal (narrow body aircraft) dan pesawat berbadan lebar/lorong ganda (wide body aircraft), dapat lebih dari 70 persen kapasitas angkut (load factor).

"Hanya saja, penyelenggara angkutan udara tetap wajib menyediakan tiga baris kursi, yang diperuntukkan sebagai area karantina bagi penumpang yang terindikasi bergejala Covid-19", tuturnya.

Adapun kapasitas terminal bandara ditetapkan paling banyak 70 persen dari jumlah penumpang waktu sibuk (PWS) pada masa normal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini