Utang Rp139 Triliun, Direksi dan Komisaris Garuda Indonesia Harus Dievaluasi

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 22 November 2021 10:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 22 320 2505437 utang-rp139-triliun-direksi-dan-komisaris-garuda-indonesia-harus-dievaluasi-Rblxqvk8SD.png Garuda Indonesia. (Foto: Okezone.com/Garuda Indonesia)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir diminta mengevaluasi kinerja Dewan Direksi dan Komisaris perseroan. Permintaan tersebut karena kinerja keuangan Garuda Indonesia terus memburuk.

Ketua Harian Sekarga Tomy Tampatty menilai, pemegang saham patut mengevaluasi kinerja manajemen Garuda Indonesia. Pasalnya, belum ada skema bisnis yang jelas dari emiten dengan kode saham GIAA itu.

Baca Juga: Garuda Indonesia Dibantu Himbara dan Pertamina, Erick Thohir: Kita Support

Penilaian Tomy didasarkan pada pernyataan Ketua Komisi VI DPR RI, Faisol Riza Yang disampaikan dalam kanal Youtube Beritabaruco 'Faisol Riza Bercerita 73 - Menyelamatkan Nasib Garuda Indonesia'.

Dalam kesempatan itu, Riza menyebut, pemerintah bisa melakukan penyelamatan Garuda Indonesia dari ancaman utang hingga kepailitan, hanya saja otoritas masih meragukan skema yang diambil manajemen saat ini.

Baca Juga: Garuda Indonesia Serahkan Proposal Restrukturisasi Utang Rp139 Triliun, Cek 4 Faktanya

"Karena belum adanya skema yang jelas dari manajemen, termasuk rencana bisnis kedepan sehingga pemerintah ragu untuk membantu Garuda Indonesia," ujar Tomy kepada MNC Portal Indonesia, Senin (22/11/2021).

Tomy juga membeberkan pernyataan yang disampaikan Wakil Ketua MPR RI, Syarief Hasan. Menurunnya, kinerja manajemen maskapai penerbangan pelat merah itu belum profesional. Karena itu, Sekarga juga menginginkan agar pemegang saham menempatkan orang-orang yang dinilai kompeten untuk mengelola bisnis Garuda.

"Sebelum adanya sorotan dari pimpinan lembaga tinggi negara, di internal Garuda Indonesia sudah ada kritik dari salah satu Dewan Komisaris pada tanggal 2 Juni 2021, di mana isinya menyoroti kinerja Direksi yang tidak melakukan beberapa poin penting," kata dia.

Adapun poin yang disoroti yang datang dari internal manajemen perusahaan diantaranya, tidak adanya Informasi mengenai skema dan narasi negosiasi dengan lessor, tidak ada evaluasi atau perubahan penerbangan rute yang merugi, hingga cash flow perusahaan.

"Kami memandang kritik yang disampaikan adalah bagian dari dukungan terhadap kelangsungan flag carrier Garuda Indonesia. Kami berharap Menteri BUMN dapat melakukan evaluasi terhadap kinerja Direksi Garuda Indonesia saat ini, evaluasi ini sangat penting dilakukan demi untuk menjaga kelangsungan Garuda Indonesia," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini