Waskita Karya (WSKT) Bidik Kontrak Baru Rp20,6 Triliun

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Selasa 23 November 2021 12:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 23 278 2506074 waskita-karya-wskt-bidik-kontrak-baru-rp20-6-triliun-92Dig6eXDg.jpg Waskita Karya menargetkan kontrak baru Rp20,6 triliun (Foto: Shutterstock)

JAKARTA PT Waskita Karya Tbk (WSKT) menargetkan nilai kontrak baru sebesar Rp20,68 triliun. Dari target tersebut, perseroan berhasil menggenggam kontrak baru dengan nilai Rp12,01 triliun hingga kuartal III-2021,

“Pada kinerja kuartal III-2021 saja, perseroan memperoleh nilai kontrak baru sebesar Rp8,89 triliun atau meningkat 94,30% yoy,” kata Direktur Utama WSKT Destiawan Soewardjono.

Baca Juga: Waskita Karya Siap Garap Tol Bocimi Paket III dan IV

Kemudian sampai periode September 2021 ini telah memperoleh nilai kontrak baru sebesar Rp12,01 triliun atau sebanding dengan 79,44% nilai kontrak baru sebelum pandemi Covid-19. Untuk itu, Waskita pun menargetkan perolehan nilai kontrak baru pada 2021 sebesar Rp20,68 triliun.

Perseroan optimistis dapat mencapai target tersebut pada akhir tahun dengan likuiditas yang jauh lebih baik dan struktur biaya operasional yang lebih lean. Upaya perbaikan kinerja operasional melalui implementasi strategi 8 Stream juga berdampak positif terhadap kinerja keuangan Waskita yang mulai menunjukkan pemulihan.

Baca Juga: Waskita Jual 40% Saham di Tol Solo Ngawi ke Perusahaan Hong Kong

Hal ini tercermin dari laba bersih perseroan hingga September 2021 yang tercatat mencapai Rp145,02 miliar atau meningkat 104,29% yoy dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu dengan rugi bersih sebesar Rp3,38 triliun. Selain itu, perseroan juga berhasil membukukan laba kotor sebesar Rp106,52 miliar atau meningkat 135,78% yoy pada kuartal III-2021.

Lebih jauh, implementasi strategi restrukturisasi dan lean juga berdampak baik terhadap beban pokok penjualan yang turun sebesar 42,30% yoy, beban keuangan mengecil 39,80%, serta beban lainnya bersih terpangkas pada level 44,50% yoy.

“Kinerja ini menunjukkan tren membaik pada core business perseroan. Walau dihadapkan dengan second wave pandemi Covid-19 dan keterbatasan likuiditas,” terang Destiawan.

Sedangkan dari sisi pendapatan usaha hingga kuartal III-202, Waskita membukukan sebesar Rp7,13 triliun atau menyusut sekitar 33% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp11,7 triliun. Perolehan pendapatan tersebut setara dengan 32,37% dari pendapatan usaha Waskita sebelum Covid-19.

“Hingga akhir 2021, manajamen masih terus berupaya menjaga kesehatan keuangan dengan mengurangi kerugian secara signifikan dibandingkan periode 2020,” tutur Destiawan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini