Cerita Erick Thohir Tak Pernah Minta Jadi Menteri BUMN

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 23 November 2021 10:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 23 320 2505967 cerita-erick-thohir-tak-pernah-minta-jadi-menteri-bumn-biw1FmV2ny.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/BUMN)

JAKARTA - Erick Thohir mengaku tidak pernah meminta jabatan menjadi Menteri BUMN usai terpilihnya Joko Widodo dan Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden dalam pemilihan umum.

Justru yang diinginkan Erick Thohir adalah menjadi tim di Komite Ekonomi Nasional (KEN). Menurutnya, tim KEN dapat memberikan nasehat, membuat peta jalan ekonomi nasional, hingga di posisi independensi.

Baca Juga: Erick Thohir Buka-bukaan soal Tudingan Bisnis PCR, Semua Ditetapkan dalam Ratas

"Demi Allah, tidak minta jadi Menteri BUMN, saya masih ingat sekali, waktu itu saya, mas Wishnutama, karena memang kita cukup menjadi tim (sukses) waktu itu, dan terus terang kita ini kan orang swasta, tentu kita punya mimpi-mimpi sebagai orang swasta. Kalau mas Wishnu itukan selalu mikirnya digital konten dan lain-lain, kalau saya fokusnya di media dan sport, tapi juga sebenarnya kan pengusaha," ujar Erick dalam sesi wawancara di akun Youtube Akbar Faizal Uncensored, dikutip Selasa (23/11/2021).

Saat itu, dia bersama Raden Pardede, yang kini menjabat sebagai Sekretaris Eksekutif I Kementerian Koordinator Perekonomian, telah menyusun konsep Komite Ekonomi Nasional persis dengan konsep yang dimiliki West Wing, komite ekonomi milik Amerika Serikat (AS). Namun, KEN sendiri diarahkan untuk melihat peta jalan (roadmap) ekonomi Indonesia.

Baca Juga: Aksi Korporasi BUMN, Erick Thohir: Kita Lakukan Tanpa Uang Negara

"Gampang, kita contoh yang konkrit, kita duduk aja sama Pak Raden Pardede, waktu itu kita duduk sama Pak Raden Pardede, bikin konsep KEN yang seperti di Amerika kan, ada yang namanya West Wing, tetapi secara independensi untuk melihat roadmap Indonesia secara ekonomi ke depan, waktu itu," katanya.

Meski begitu, saat Erick Thohir dan sejumlah nama lain menghadiri panggilan Kepala Negara, justru yang diamankan Presiden kepada mereka adalah posisi yang berbeda. Erick dipercaya menjadi Menteri BUMN dan Wishnutama sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf).

Saat itu, Erick mengaku kaget dan terbebani. Pasalnya, amanah yang diberikan Jokowi cukup berat, khususnya menjalankan transformasi perusahaan pelat merah.

"Ketika beliau memanggil saya, termasuk mas Wishnutama, semua, ya kita terbebani dan terkaget-kaget, tetapi beliau menekankan saya perlu orang pekerja, profesional yang juga benar-benar mentransformasi BUMN seperti yang beliu cita-citakan," kata dia.

"Dan itu bukan pekerjaan yang mudah, dan sampai hari ini pun dibilang apakah saya sempurna melakukan sebagai kepemimpinan BUMN ya tidak pasti saya ada kekurangan di sana sini," lanjutnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini