Ngadu ke Jokowi, Bahlil: Ada Kementerian Tidak Mau Sistem Online

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 24 November 2021 14:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 24 320 2506720 ngadu-ke-jokowi-bahlil-ada-kementerian-tidak-mau-sistem-online-LDx14Tjlce.jpg Menteri Investasi Bahlil (Okezone)

JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia mengadu kepada Presiden Joko Widodo bahwa sistem Online Single Submission (OSS) belum berjalan maksimal.

Di mana penerapan sistem OSS sejak pertama kali peluncuran baru mencapai 90%.

"Menyangkut OSS kami juga laporkan ke Presiden OSS ini 100% belum sempurna," kata Menteri Bahlil di Jakarta, Rabu (24/11/2021).

Baca Juga: Bahlil: Target Investasi Rp1.200 Triliun di 2022, Ngeri-Ngeri Sedap

Dia menuturkan bahwa, belum maksimalnya sistem OSS akibat masih ada beberapa Kementerian atau Lembaga yang tidak mau menerapkan. Serta, masih banyak daerah yang mengeluhkan daripada sistem OSS tersebut.

"Jadi saya suruh ngomong pas rapat saya bilang sebelum saya ditunggu bapak presiden saya laporkan ini harus selesaikan paling lambat di pertengahan bulan Desember," bebernya.

Baca Juga: Gandeng Investor Daerah, Menteri Bahlil Perbanyak Lapangan Kerja

Sebagai informasi, OSS berbasis risiko merupakan merupakan perwujudan dari amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU CK), tepatnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.

OSS berbasis risiko berbasis elektronik, diklaim lebih transparan. Sistem itu diklaim telah memberi dampak pada percepatan pengurusan izin, meski masih banyak dikeluhkan karena belum sepenuhnya terintegrasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini