Share

Cegah Rentenir, Bantuan UMKM Rp1,2 Triliun Dicairkan

Azhfar Muhammad, Jurnalis · Sabtu 04 Desember 2021 15:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 04 320 2511863 cegah-rentenir-bantuan-umkm-rp1-2-triliun-dicairkan-uYN8sVMtfM.jpg UMKM Diberi Bantuan Guna Terjebak dari Rentenir. (Foto: Okezone.com)

BANDUNG - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan bantuan dana sebanyak Rp1,2 triliun untuk kredit ringan bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UKM) yang belum bankable atau memiliki rekening bank sama sekali.

Anggota Dewan Komisioner bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Tirta Segara mengatakan banyak usaha(UKM) yang tertekan selama masa pandemi kemudian literasi keuangan membuat mereka sarat terjebak dalam pinjaman online (pinjol) ilegal dan renternir.

Baca Juga: Urus Sertifikasi Halal Beres 21 Hari, Ini Prosesnya

“Untuk mencegahnya, OJK ikut memberikan bantuan berupa kredit ringan bagi mereka yang belum bankable atau memiliki rekening bank sama sekali. Dana sebanyak Rp1,2 triliun kepada para pelaku usaha mikro dan menengah,” kata Anggota Dewan Komisioner bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Tirta Segara Media Gatheting OJK di Bandung, Sabtu (4/12/2022)

Adapun Setiap kabupaten dan kota kita ikut membantu UMKM, menurutnya masih banhak yang tidak bankable.

Baca Juga: Keuntungan UMKM Punya Sertifikasi Halal

“Masa pandemi kemarin kan banyak pembatasan hingga membuat omzet turun,Untuk kembali membangkitkan usaha yang tertekan masa pandemi, OJK turut memberikan bantuan modal usaha kepada pelaku UMKM.,”ujarnya.

Untuk Dana sebesar Rp1,2 triliun tersebut pun telah disalurkan kepada 131 debitur di seluruh Indonesia.

"Karena pandemi mereka yang punya pinjaman butuh restrukturisasi keuangan, nah untuk bangkit juga perlu modal lagi. Nah ini yang jadi sasaran renternir dan pinjol ilegal," lanjut Tirta.

Langkah ini juga sekaligus menghalangi langkah renternir yang memberikan pinjaman dengan cara mengetuk rumah per rumah.

“Mirisnya, meski ada beberapa edukasi yang diberikan namun pengetahuan masyarakat untuk menghitung suku bunga juga sangat minim, yang memungkinkan terjadinya lonjakan nilai yang harus dibayarkan hingga biaya lainnya yang tinggi,” ungkapnya.

Melalui kredit ringan yang disediakan OJK, Tirta menyebut nilai suku bunga yang diberikan pun cukup rendah. Bahkan, ada beberapa cabang OJK di daerah menerapkan bunga 0% bagi nasabahnya masing-masing.

"Saya tanya kok bisa? Ternyata mereka mengaku dananya berasal dari sumbangan sosial dan blended dengan pinjaman yang diberikandari berbagai sumber," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini