Share

Ingin Investasi Tapi Gaji Pas-Pasan? Begini Caranya

Yaomi Suhayatmi, Jurnalis · Selasa 07 Desember 2021 11:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 07 11 2513153 ingin-investasi-tapi-gaji-pas-pasan-begini-caranya-YBnr5keGm8.jpg Ilustrasi. (Foto: Dok.LPS)

Investasi sebenarnya tidak melulu berhubungan dengan perusahaan besar atau butuh uang yang banyak. Namun, investasi bisa kok dilakukan oleh perseorangan, termasuk untuk kamu yang punya gaji kecil atau pas-pasan. Untuk memulai investasi dengan gaji pas-pasan kamu Butuh strategi yang tepat untuk mengelola keuangan dari gaji yang terbatas dan menyisihkannya untuk berinvestasi.

Berinvestasi juga bisa membantu kamu terhindar dari risiko inflasi. Jika kamu berinvestasi, tidak akan terkena risiko inflasi dan pajak yang tinggi, karena ada aturan yang akan melindungi dan tidak membuat rugi.

Pastinya dengan berinvestasi, kesejahteraan pun akan terjamin. Karena meskipun gaji pas-pasan, kamu akan mendapatkan penghasilan tambahan tanpa harus menyita banyak waktu.

Baca Juga: Arisan atau Menabung, Untung Mana Ya?

Dengan berinvestasi untuk masa depan juga membantu kamu mendapatkan penghasilan tambahan. Dengan begini penghasilan kamu bisa berasal lebih dari satu sumber dan mungkin saja tidak lagi menggantungkan hidup pada gaji yang diperoleh setiap bulannya.

Setelah kamu membaca keuntungan yang bisa didapatkan jika berinvestasi dan mulai tertarik untuk memulai, berikut tips untuk memulai investasi meskipun gaji kamu pas-pasan. Yuk, disimak:

1. Tentukan biaya investasi

Mungkin sebagian besar investor telah mengetahui biaya investasi, tapi tak sedikit juga yang masih awam atau belum mengetahui perihal apa itu biaya investasi. Jadi, biaya investasi adalah biaya transaksi setiap kali investor ingin membeli atau menjual instrumen investasinya.

Meski setiap transaksi ada biaya investasi, kamu tak perlu khawatir keuntungan investasi akan terpotong. Sebab, biaya investasi ini terbilang minim atau kecil, sehingga keuntungan investasi tetap aman.

Tak semua instrumen investasi memiliki biaya investasi yang sama. Untuk itu, kamu perlu mengetahui, berbagai ragam biaya investasi. Misalkan, biaya investasi saham adalah biaya transaksi yang harus dibayarkan investor setiap kali melakukan beli dan jual efek saham.

2. Mulai membuka rekening deposito atau reksadana

Selain menabung di bank, kita juga mengenal sejumlah produk keuangan yang keuntungannya lebih maksimal jika dibandingkan dengan tabungan. Produk tersebut di antaranya deposito dan reksa dana pasar uang.

Meskipun dua produk keuangan di atas sudah ada sejak lama, rupanya masih banyak masyarakat yang tidak mengenal apalagi memahami cara kerja dua produk tersebut.

Daya tarik paling utama dan alasan orang memilih produk keuangan/investasi adalah seberapa besar produk tersebut bisa memberi keuntungan. Deposito bisa memberikan imbal hasil sekitar 5,5% per tahun (namun ini bergantung pada suku bunga saat membuka deposito pertama kali).

Sedangkan, pada reksa dana pasar uang, keuntungannya bisa mencapai lebih dari 6,5% per tahun. Namun, dengan catatan mi adanya risiko investasi yang harus dipahami investor.

3. Pilih investasi pada instrumen berwujud

Secara umum, investasi terbagi dua jenis, yaitu investasi aset riil (berwujud) dan investasi aset finansial. Investasi aset riil di antaranya tanah, bangunan, emas, dan lainnya. Adapun investasi aset finansial merupakan penempatan aset pada produk perbankan dan pasar modal.

Mengingat banyaknya jenis investasi yang tersedia, kamu perlu mengenali beberapa instrumen investasi agar sesuai dengan tujuan dan profil risiko yang kamu miliki. Nah, meski gaji kamu pas-pasan tidak ada salahnya memilih untuk investasi berwujud, misalnya emas. Investasi emas merupakan alternatif investasi yang dapat dipilih dalam bentuk riil aset.

Sebaiknya logam mulia yang ingin diinvestasikan dalam bentuk batangan atau koin dan bukan yang sudah menjadi perhiasan. Hal ini untuk meminimalisir biaya atau ongkos pembuatan perhiasan yang biasanya akan dikenakan pada saat menjualnya.

4. Kendalikan diri dalam keuangan

Strategi mengelola keuangan pribadi yang baik dibutuhkan oleh semua orang. Hanya saja, tidak jarang orang kesulitan dan belum memiliki pengalaman dalam mengatur keuangannya tersebut, terutama bagi yang baru terjun di dunia kerja.

Ketika sudah memiliki pemasukan, orang memiliki tanggung jawab penuh untuk mengatur kebiasaannya dalam membelanjakan uangnya sendiri. Strategi utama dalam pengelolaan keuangan adalah mengendalikan pengeluaran.

Untuk mengelola keuangan yang baik, kamu harus berpikir untuk kepentingan masa depan, tidak hanya memikirkan kebutuhan di masa sekarang saja. kamu harus berpikir untuk masa depan, uang itu sebenarnya bisa habis sekarang, tapi ingat sebagai pribadi kamu punya waktu produktif. Ketika tidak bisa produktif tidak ada yang bisa membantu kamu selain diri sendiri. Jadi ketika produktif, berpikir untuk masa depan.

Supaya bisa punya keuangan yang sehat paling tidak uang pemasukan tidak habis semuanya untuk konsumsi. Seminimal mungkin disisihkan 10% dari penghasilannya untuk tabungan.

Itulah keempat kiat berinvestasi, namun dengan gaji pas-pasan bagi milenial. Dengan berinvestasi secara tepat dapat membantu mencapai kemerdekaan finansial. Di samping itu, sebagai informasi, LPS (Lembaga Penjamin Simpanan), bagian dari otoritas regulator di industri perbankan, hadir untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan nasional melalui program penjaminan simpanan.

 

Foto: Instagram @lps_idic


Jadi, kamu yang menyimpan uang di bank, LPS akan menjamin simpanan nasabah bank dan turut aktif dalam menjaga stabilitas sistem perbankan sesuai kewenangannya.

LPS menjamin simpanan nasabah bank yang berbentuk tabungan, deposito, giro, sertifikat deposito, dan bentuk lain yang dipersamakan dengan itu. Agar simpanan dijamin, dihimbau kepada para nasabah bank untuk memenuhi syarat 3T penjaminan LPS.

Pertama, tercatat pada pembukuan bank. Kedua, tingkat bunga simpanan tidak melebihi bunga penjaminan LPS. Ketiga, tidak menyebabkan bank menjadi bank gagal (misalnya memiliki kredit macet). Untuk memastikan simpanan kamu sudah aman bisa cek di link berikut ini.

Karena itulah, kamu tak perlu was-was lagi, sebab LPS akan menjamin uang nasabah di bank aman. Nah, bagi kamu yang menyimpan uang di bank tidak perlu lagi khawatir, ya. Sebab, LPS menjamin simpanan nasabah penyimpan dan ikut serta dalam memelihara stabilitas sistem perbankan. Ingat nabung, Ingat LPS!

CM

(Wul)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini