Share

5 Fakta Nasib Garuda Indonesia, Diprediksi Bangkrut hingga Pecat 2.400 Karyawan

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Minggu 26 Desember 2021 03:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 25 320 2522452 5-fakta-nasib-garuda-indonesia-diprediksi-bangkrut-hingga-pecat-2-400-karyawan-142YYfF8cq.jpg Nasib karyawan Garuda Indonesia (Foto: Okezone)

JAKARTA – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk diprediksi gulung tikar atau bangkrut. Hal ini karena besarnya utang perseroan hingga Rp139 triliun.

Berikut fakta Garuda Indonesia diprediksi bangkrut oleh Dahlan Iskan yang dirangkum di Jakarta, Minggu (26/12/2021).

Baca Juga: Kabar Pertamina Stop Avtur Garuda, Dirut: Kayaknya Ada yang Bohongin Dahlan Iskan

1. Dahlan Iskan Prediksi Garuda Indonesia Bangkrut

Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan menilai, Kementerian BUMN membiarkan Garuda Indonesia digugat ke pengadilan melalui Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

PKPU sudah menetapkan waktu 45 hari, terhitung sejak 9 Desember 2021 lalu. Artinya, dalam 45 hari itu harus ada kesepakatan antara Garuda dan para pemilik piutangnya.

"Kalau dalam 45 hari tidak terjadi kesepakatan, PKPU yang ambil putusan, Garuda dinyatakan bangkrut. Atau putusan lainnya, tinggal menghitung hari," ujar Dahlan.

Baca Juga: Saham GIAA Akan Dihapus, Dirut Garuda Indonesia: Nanti Kita Jelaskan

2. Pengadilan Niaga Pengadilan Jakarta Pusat Kabulkan Permohonan PKPU

Pada 9 Desember 2021, Pengadilan Niaga Pengadilan Jakarta Pusat mengabulkan permohonan PKPU Sementara terhadap Garuda Indonesia yang diajukan oleh PT Mitra Buana Koorporindo.

Meski begitu, manajemen Garuda Indonesia tengah menyiapkan proposal perdamaian yang nantinya ditawarkan saat sidang lanjutan setelah emiten berstatus PKPU.

Untuk informasi, Mitra Buana Koorporindo merupakan pihak yang ditunjuk Garuda guna melaksanakan penyediaan perangkat, deployment, dan manage service atas perangkat EUC Dom berdasarkan perjanjian.

Dalam tuntutan PKPU, Mitra Buana Koorporindo menjelaskan ada beberapa tagihan yang belum dibayar Garuda. Gugatan yang disampaikan mencapai Rp 4,16 miliar.

3. Ada 3 Proposal Perdamaian

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia, Prasetio mengungkapkan terdapat tiga proposal yang ditawarkan kepada kreditur. Pertama, melalui penerbitan zero coupon bond, kedua penerbitan surat utang, dan ketiga penerbitan saham baru.

Adapun dalam proposal penerbitan saham baru dilakukan sesuai dengan aturan dari pasar modal, namun tidak terbatas pada ketentuan pasar modal.

"Selain itu, kita juga melakukan rekonsiliasi dan verifikasi terhadap utang secara offline yang nantinya akan disahkan sesuai jadwal PKPU," ungkap Prasetio, dalam konferensi pers.

Kemudian, rapat kreditur untuk verifikasi pajak dan pencocokan utang bakal dilaksanakan 19 Januari 2022. Selanjutnya, pada 20 Januari 2021 akan ada rapat pembahasan rencana perdamaian sekaligus rapat pemungutan suara atas proposal perdamaian dan usulan perpanjangan PKPU.

"Terakhir, sidang permusyawaratan majelis hakim putusan perkara dijadwalkan 21 Januari 2021," ucap dia.

4. Utang Mencapai Rp139 Triliun

Secara agregat, total utang emiten dengan kode saham GIAA itu mencapai USD 9,8 miliar atau setara Rp139 triliun. Jumlah itu merupakan keseluruhan piutang yang dimiliki lessor hingga vendor.

Untuk menyelesaikan kewajiban tersebut, manajemen pun telah mengirimkan proposal perdamaian sebagai langkah restrukturisasi dan negosiasi dengan kreditur.

5. Pecat 2.400 Karyawan

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) telah memberhentikan sekira 2.400 karyawan sejak Januari 2020 hingga November 2021. Angka ini setara 30,56 persen dari total 7.861 karyawan.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra menjelaskan, saat ini jumlah karyawan Garuda Indonesia hanya tersisa 5.400 saja.

Garuda Indonesia juga memangkas jumlah pilot. Namun, Irfan enggan membeberkan berapa jumlah pilot yang dipangkas. Hingga saat ini, hanya ada 200 pilot yang dipekerjakan secara bergilir.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini