Share

Kaleidoskop 2021: Daftar Bansos Cair Sepanjang 2021, BLT Bertebaran

Erlinda Septiawati, Okezone · Senin 27 Desember 2021 10:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 27 320 2523096 kaleidoskop-2021-daftar-bansos-cair-sepanjang-2021-blt-bertebaran-TnDdvMOvfj.jpg Bansos Tunai Cair Sepanjang 2021. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Pemerintah menyalurkan program bantuan sosial (bansos) melalui Kementerian Sosial (Kemensos) untuk membantu ekonomi masyarakat akibat terdampak pandemi Covid-19. Penyaluran ini dimulai sejak awal bulan Januari hingga akhir Desember 2021.

Program Bantuan Tunai 2021 disalurkan melalui bank-bank pemerintah maupun kantor pos, sehingga tidak ada potongan apapun. Empat Bank BUMN atau Himbara dari Kementerian Sosial Republik Indonesia tersebut adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan program bantuan sosial (bansos) di tahun 2021. Di mana, total anggarannya lebih dari Rp110 triliun terkait penyaluran bansos bagi masyarakat di 34 provinsi. Hal ini dalam bentuk program keluarga harapan (PKH), bantuan sembako, dan bantuan sosial tunai (BST).

Baca Juga: BLT Anak Sekolah Cair Lagi, Siswa SD Dapat Rp450.000 dan SMA Rp1 Juta! Begini Cara Daftarnya

“Tahun 2021 ini penyaluran bantuan sosial akan terus kita lanjutkan. Dan di dalam APBN 2021 telah kita siapkan anggaran, ini anggarannya, sebesar Rp110 triliun untuk seluruh penerima dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote,” katanya saat peluncuran bantuan tunai se-Indonesia di Istana Negara, Senin 4 Januari 2021.

Bansos-bansos ini berasal dari anggaran perlindungan sosial (perlinsos) untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021. Berikut, Okezone telah merangkum daftar bansos yang dicairkan di tahun 2021:

1. Kartu Sembako/Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)

Program Kartu Sembako/BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) dianggarkan Rp42,5 triliun dengan sasaran 18,8 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Bantuan diberikan Rp200 ribu per bulan per keluarga. Bantuan ini pun disalurkan Januari hingga Desember 2021 melalui Bank BUMN yang telah ditunjuk pemerintah di antaranya BRI, Mandiri, BNI dan BTN.

Baca Juga: 5 Fakta BLT Subsidi Rp1 Juta Dicairkan, Pekerja Buruan Cek Rekening Himbara

Setiap bulannya pencairan bantuan berupa uang elektronik yang bisa diambil di Elektronik Warung Gotong Royong (e-Warong) digunakan untuk membeli bahan pangan.

Adapun penerima Program Kartu Sembako adalah keluarga dengan kondisi sosial ekonomi terendah di daerah sesuai pagu yang ditetapkan dan masuk dalam Daftar Penerima Manfaat Program (DPM) Kartu Sembako yang bersumber dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Pada bulan Juli-Agustus 2021, penerima bansos kartu sembako ditambahkan total menjadi 14 bulan dengan besaran manfaat Rp200 ribu per bulan, sehingga masyarakat mendapat bansos kartu sembako Rp400 ribu.

2. Program Keluarga Harapan (PKH)

Program Keluarga Harapan (PKH) dianggarkan Rp28,7 triliun untuk diberikan kepada 10 juta keluarga. Program ini disalurkan setiap 3 bulan sekali kurun waktu setahun dalam empat tahap, Januari, April, Juli dan Oktober melalui Bank Himbara.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Penerima bantuan sosial dalam Program Keluarga Harapan (PKH) bisa mengecek nama penerima bantuan di cekbansos.kemensos.go.id. Dengan memenuhi komponen di antaranya ibu hamil, anak usia dini, anak sekolah, penyandang disabilitas, dan lanjut usia.

Rincian total bantuan meliputi untuk ibu hamil sebesar Rp3 juta/tahun (Rp750 ribu/triwulan), anak usia dini Rp3 juta/tahun (Rp750 ribu/triwulan), penyandang disabilitas berat Rp2,4 juta/tahun (Rp600 ribu/triwulan), dan lansia 70 tahun ke atas Rp2,4 Juta/tahun (Rp600 ribu/triwulan).

Anak sekolah juga mendapat bantuan sebesar Rp900 ribu/tahun (Rp225 ribu/triwulan) untuk SD/MI/Sederajat, Rp1,5 juta/tahun (Rp375 ribu/triwulan) bagi SMP/MTs/Sederajat, serta Rp2 juta/tahun (Rp500 ribu/triwulan) untuk SMA/MA/Sederajat.

3. Bantuan Sosial Tunai (BST)

Bantuan Sosial Tunai (BST) tahun 2021 dianggarkan Rp12 triliun yang menjangkau 10 juta KPM di seluruh Indonesia, termasuk Jabodetabek. Penyalurnya adalah PT Pos Indonesia (Persero) dengan indeks sebesar Rp300 ribu per keluarga selama 4 bulan yaitu Januari, Februari, Maret, dan April.

Menurut data hingga 11 Mei 2021, penyaluran Bansos Tunai (BST) mencapai Rp11,81 triliun untuk 10,23 juta KPM. Angka ini setara 98,39% dari pagu anggaran bansos tunai mencapai Rp12 triliun.

Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Sosial memutuskan memperpanjang penyaluran bansos tunai (BST) pada Mei-Juni 2021 sebesar Rp600 ribu dibayarkan sekaligus pada Juli-Agustus 2021 serta bantuan beras 10 kilogram (Kg) yang disalurkan melalui Perum Bulog.

Syarat penerima BST adalah KPM yang telah tercantum dalam DTKS, termasuk lansia dan disabilitas yang telah terdaftar di DTKS, namun tidak terdaftar di KPM dan Program Sembako. Pengecekan nama penerima bansos bisa di situs web cekbansos.kemensos.go.id.

4. Kartu Prakerja (Insentif)

Insentif Kartu Prakerja dibuka dari gelombang 12-22, gelombang terakhir yakni gelombang 22 telah ditutup pada 30 November. Peserta yang lolos mendapatkan insentif atau BLT Rp3,5 juta. Rincian bantuan pelatihan sebesar Rp1 juta, dana insentif pasca-pelatihan selama 4 bulan sebesar Rp2,4 juta (Rp600.000/bulan) serta dana insentif pengisian 3 survei evaluasi sebesar Rp150 ribu (Rp50.000/survei).

5. BLT Subsidi Gaji atau Bantuan Subsidi Upah (BSU)

Bantuan Pemerintah berupa BLT Subsidi Gaji atau Bantuan Subsidi Upah (BSU) bertujuan untuk melindungi, mempertahankan dan meningkatkan kemampuan ekonomi pekerja/buruh dalam penanganan dampak Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

BLT Subsidi Gaji/BSU Rp1 juta dialokasikan untuk pekerja se-Indonesia dalam 6 tahap. Penyaluran bantuan subsidi tahun ini diberikan kepada pekerja/buruh sebesar Rp500 ribu per bulan selama dua bulan, yang diberikan sekaligus sebesar Rp1 juta. Adapun cakupan penerimanya diperluas lantaran masih ada sisa dan Rp1,7 triliun yang akan menyasar 1,6 pekerja.

Diputuskan bahwa BLT subsidi gaji diberikan pada pekerja/buruh di 514 kabupaten/kota di 34 provinsi di Indonesia. Penerima bisa mengecek statusnya melalui laman https://bsu.kemnaker.go.id/, situs bsu.bpjsketenagakerjaan.go id atau sso.bpjsketenagakerjaan.go.id, serta melalui layanan WhatsApp di nomor 081380070175 atau call center Layanan Masyarakat 175.

6. BLT UMKM atau BPUM

BPUM atau Bantuan Produktif Usaha Mikro dicairkan kepada pelaku usaha sebesar Rp1,2 juta. Realisasinya diluncurkan pada 2020 dan berlanjut pada 2021. BPUM 2021 ini terbagi menjadi 2 tahap di mana untuk tahap pertama telah terealisasi 100% pada bulan Juli 2021 kepada 9,8 juta pelaku usaha mikro dengan total anggaran sebesar Rp11,76 triliun.

Untuk tahap kedua, realisasinya telah mencapai 99,2% pada September 2021 dengan anggaran Rp3,4 triliun untuk 2,9 juta pelaku usaha mikro. Adapun rincian realisasi tahap kedua yaitu Rp15,24 triliun kepada 12,7 juta dari sasaran 12,8 pelaku usaha mikro.

7. Subsidi Kuota Internet

Program bantuan subsidi kuota internet diselenggarakan pada Januari-Mei 2021 dengan anggaran Rp3,0 triliun. Kemudian diperpanjang selama 5 bulan (Agustus-Desember 2021), pemerintah menganggarkan dana tambahan sebesar Rp5,54 triliun untuk 38,1 juta penerima. Sehingga total rincian anggaran mencapai Rp8,54 triliun.

Bantuan paket kuota data internet merupakan akses 'all network' dengan pembatasan akses terhadap situs dan aplikasi yang diblokir oleh Kominfo. Bantuan ini dialokasikan untuk siswa PAUD sebesar 7GB/bulan, SD-SMA mencapai 10GB/bulan, pendidik PAUD-SMA 12 GB/bulan, dan mahasiswa/dosen sebesar 15GB/bulan.

8. BLT Pedagang Kaki Lima (PKL)

Pencairan BLT Pedagang Kaki Lima (PKL) disalurkan untuk 1 juta pedagang kaki lima dan pemilik warung dengan besaran Rp1,2 juta. Bagi penerima yang terverifikasi akan diundang untuk pengambilan bantuan di Kantor Polres atau Kodim setempat.

Bantuan ini merupakan Program Bantuan Tunai untuk Pedagang Kaki Lima dan Warung (BT-PKLW) yang masuk dalam Klaster Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

9. Stimulus/ Diskon Listrik PLN

Stimulus ketenagalistrikan merupakan salah satu bantuan sosial (Bansos) yang diberikan kepada masyarakat sampai Desember 2021. PT PLN (Persero) memberikan stimulus listrik berupa diskon tarif hingga 50% dengan sasaran 32,6 juta pelanggan yang telah ditetapkan.

Diskon tersebut diberikan kepada pelanggan kelompok rumah tangga 450-900 Volt Ampere (VA), bisnis, dan industri kecil. Masyarakat dapat mengetahui statusnya sebagai penerima melalui aplikasi PLN Mobil atau laman https://portal.pln.co.id dan memilih menu "Diskon Stimulus Covid-19".

10. BLT Dana Desa

Bantuan Dana Desa ini diberikan bersama sejumlah bantuan desa lain seperti Program Desa Aman Covid-19 dan Padat Karya Tunai Desa (PKTD). BLT Desa diberikan kepada target penerima sekitar 8 juta keluarga miskin atau yang tidak mampu. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menggunakan sumber Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) melalui belanja Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD).

Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan PMK No.222 Tahun 2020 Tentang Pengelolaan Dana Desa Tahun Anggaran 2021 besaran BLT Dana Desa ditetapkan sebesar Rp300 ribu untuk bulan pertama sampai dengan bulan kedua belas tahun 2021 per KPM dengan total proyeksi anggaran sebesar Rp28,8 triliun.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini