Share

Harga Telur Ayam Meroket Jadi Rp35.000/Kg, Kemendag Buka Suara

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Selasa 28 Desember 2021 15:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 28 320 2523803 harga-telur-ayam-meroket-jadi-rp35-000-kg-kemendag-buka-suara-AnPBpdf4Qa.jpg Harga Telur (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) membeberkan penyebab naiknya harga telur ayam jelang penutupan akhir tahun 2021. Hal itu dikarenakan di pasar tradisional satu kilogramnya saja bisa tembus Rp35.000.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan menyebut tingginya harga telur ayam ras disebabkan naiknya harga pakan jagung. Sehingga peternak kesulitan mendapatkan harga pakan yang terjangkau.

"Ini diakibatkan tingginya harga input. Karena harga pakan terutama jagung itu tinggi. (Jagung) masih di atas harga acuan, yakni Rp4.500, masih di antara Rp5.500 hingga Rp5.700. Ini masih ketinggian dari harga acuan," terang Oke saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Selasa (28/12/2021).

Baca Juga: Harga Cabai dan Telur Meroket, Penjual Nasi Padang Menjerit

Oleh sebab itu, lanjut dia, harga telur ayam ras di pasaran masih dalam adapatasi dengan kondisi harga pakan yang tinggi, terlebih permintaan juga mengalami peningkatan.

Meski demikian, pemerintah tidak tinggal diam. Oke membeberkan bahwa saat ini pemerintah tengah mempersiapkan bantuan sosial (bansos) dalam bentuk telur ayam yang akan dibagikan ke masyarakat kecil.

Baca Juga: Harga Telur Semakin Mahal, Hari Ini Dijual Rp32.000/Kg

Selain itu, bagi peternak akan dibantu pemerintah melalui Bulog untuk mendapatkan harga pakan jagung seharga Rp 4.500/kg.

"Pemerintah juga berupaya dalam hal ini. Kita tengah menyiapkan bansos untuk masyarakat kecil," katanya.

"Para peternak juga akan dibantu pemerintah. Kita melalui Bulog akan bantu peternak dapat jagung hingga 30 ribu ton," sambungnya.

Oke menambahkan, adapun penyebab permintaan telur ayam ras diakibatkan karena adanya pelonggaran aktivitas masyarakat, terlebih saat Natal 2021 dan menjelang Tahun Baru 2022.

Selain itu, pada saat PPKM Darurat harga telur ayam juga pernah menyentuh Rp14.000/kg, sehingga membuat harga terkontraksi hingga 4 bulan.

"Adanya pelonggaran PPKM saat Nataru juga mendorong tingginya permintaan. Apalagi nanti akan ada bansos pemerintah, sehingga menggenjot sentral-sentral produksi kesulitan memenuhi permintaan karena sempat mengalami depopulasi," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini